Investor dari China Tertarik Kelola Gerbang Wisata Sukapura, Pintu Masuk Bromo di Probolinggo
Sumber Foto: Antara News jatim
Gerbang Berita

Investor dari China Tertarik Kelola Gerbang Wisata Sukapura, Pintu Masuk Bromo di Probolinggo

Probolinggo, Jawa Timur — Investor Penanaman Modal Asing (PMA) dari China menyatakan ketertarikan untuk mengelola Gerbang Wisata Sukapura (GWS), pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Saiful Farid Cahyono Bakti mengatakan, investor China bersama Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) Muhammad Mufti Mubarok mengunjungi GWS yang berada di Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura.

Menurut Saiful, ketertarikan investor muncul setelah meninjau fasilitas yang tersedia sekaligus mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, khususnya DKUPP, dalam mengembangkan ruang-ruang pendukung UMKM di GWS.

Fasilitas pendukung UMKM di GWS

Saiful menjelaskan, fasilitas yang telah disiapkan di GWS antara lain ditujukan untuk membantu peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal.

  • Klinik bisnis
  • Layanan legalitas usaha
  • Rumah kemasan

Ia menyebut pihaknya mendukung minat investor untuk mengelola sejumlah aset milik Pemkab Probolinggo, khususnya GWS. Menurutnya, investasi tersebut dinilai sebagai peluang untuk memperkuat sektor UMKM sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo.

Saiful menilai GWS memiliki potensi strategis sebagai ruang promosi dan pemasaran produk UMKM dari seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Ia berharap, bila dikelola secara profesional, GWS tidak hanya berfungsi sebagai gerbang pariwisata menuju Bromo, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi berbasis UMKM sejalan dengan program “UMKM naik kelas” yang menjadi fokus Pemkab Probolinggo.

BPKN: GWS dinilai strategis sebagai titik awal wisata

Ketua BPKN Muhammad Mufti Mubarok menyampaikan ketertarikan terhadap potensi GWS sebagai destinasi strategis yang terintegrasi dengan pengembangan pariwisata Gunung Bromo dan pemberdayaan UMKM Kabupaten Probolinggo.

Mufti mengatakan posisi GWS dinilai ideal sebagai titik awal wisatawan sebelum menjelajah ke berbagai destinasi di kawasan Bromo. Ia membandingkan akses melalui Pasuruan, Malang, atau Lumajang, dan menyebut jalur dari Kabupaten Probolinggo menawarkan pengalaman yang lengkap sejak awal perjalanan.

Ia menambahkan, para investor dari China membayangkan GWS sebagai miniatur UMKM Kabupaten Probolinggo yang merepresentasikan produk unggulan dari 24 kecamatan. Dengan konsep tersebut, wisatawan yang berkunjung ke GWS diharapkan dapat mengenal potensi ekonomi lokal sebelum melanjutkan perjalanan ke Bromo.

Gagasan kerja sama sister city

Mufti juga mendorong penguatan kerja sama internasional melalui konsep sister city dengan kota mitra di Tiongkok. Menurutnya, kerja sama antar-pemerintah dapat membuka akses pasar luar negeri dan memperkuat ekosistem UMKM di daerah.

Ia menyebut, jika kerja sama sister city terjalin, peluang promosi dan distribusi produk UMKM Kabupaten Probolinggo ke pasar internasional dapat terbuka, yang dinilainya sebagai solusi saling menguntungkan.