Warga Citra 2 Kalideres Tolak Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium
Portal News Day - WARTAKOTALIVE.COM, KALIDERES - Ratusan warga Perumahan Citra 2, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat gelar unjuk rasa untuk menolak pembangunan rumah duka dan krematorium, Sabtu (21/2/2026).
Warga mendatangi lokasi proyek tersebut tepat di samping Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalideres.
Mereka longmarch dari RW 12 dan 19 menuju lokasi proyek pembangunan sembari membentangkan spanduk bertulisakan penolakan.
Salah satu tokoh masyarakat Citra 2, Budiman Tandiono, menjelaskan pihak proyek tidak melakukan sosialisasi dan memberitahu warga maupun pengurus RW setempat.
Budiman menyatakan, warga menyadari adanya pembangunan rumah duka dan krematorium setelah masuknya alat berat pada pertengahan Februari 2026.
"Izin proyek itu kata terbit pada tanggal 6 Februari, namun hingga kini tidak terlihat adanya papan informasi atau plang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di lokasi," katanya, Sabtu.
Menurut Budiman, sejumlah orang dari organisasi masyarakat (Ormas) tertentu diduga membekingi proyek tersebut karena berjaga di sana.
Lahan yang dipakai, kata Budiman, merupakan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) milik Pemprov DKI.
Warga sebelumnya telah mengajukan untuk dimanfaatkan sebagai lapangan sepak bola agar anak-anak sekitar bisa mengasah skill.
"Lahan itu milik Pemprov DKI Jakarta dengan luas 57.175 meter persegi. Kalau ini jadi dibangun, ya harusnya jadi tempat olahraga juga. Katanya Jakarta kekurangan ruang terbuka hijau, tapi kok ini malah dibangun rumah duka tanpa persetujuan warga sekitar," tuturnya.
Budiman menambahkan, warga Kalideres tidak butuh rumah duka dan krematorium karena sudah memiliki berukuran besar di Jalan Menceng, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres.
Ia menilai, jika tetap dilakukan pembangunan, maka bakal bertambah kemacetan di sekitar RSUD Kalideres.
"Apalagi ini lokasinya dekat sekolah-sekolah, ada faktor psikologis juga bagi anak-anak kalau sering ada sirene dan aktivitas kedukaan," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan proyek sempat bertemu dengan warga untuk berdialog.
Pria itu menyatakan sudah melengkapi seluruh perizinan pembangunan rumah duka dan krematorium.
Setelah warga menggeruduk, pihak pengembang akhirnya berhenti bekerja sampai ada batas waktu yang telah disepakati.
"Kami menghormati protes yang disampaikan warga. Dan kami tentunya akan menyampaikan kepada pimpinan terkait protes ini dan untuk sementara kami sepakat untuk menghentikan pengerjaan di lokasi ini," kata Hari DP selaku perwakilan proyek. (m26)




