Vuong Thu Ha: Seni dan Tinju, Dua Dunia yang Sama
Olahraga

Vuong Thu Ha: Seni dan Tinju, Dua Dunia yang Sama

Portal News Day - Di luar penampilannya, penyanyi Gen Z ini juga berbagi banyak perspektif menarik tentang kesamaan antara seni dan tinju, serta peran olahraga dalam menumbuhkan kemauan dan ketahanan pada kaum muda.

Setelah berhasil masuk Top 15 Vietnam Idol 2023, Vuong Thu Ha saat ini merupakan salah satu artis muda yang mengejar citra dinamis dan modern.

Yang luar biasa adalah, di balik layar, dia juga seorang guru yang bertanggung jawab atas Seni Praktik di Sistem Pendidikan IVS.

Perpaduan antara seni dan pendidikan telah memberikan penyanyi tersebut beberapa perspektif menarik saat mendampingi turnamen olahraga bela diri.

Menurut Vuong Thu Ha, banyak orang percaya bahwa seni dan tinju adalah dua bidang yang sangat berbeda, tetapi kenyataannya, keduanya memiliki banyak kesamaan.

"Titik temu terbesar antara kedua bidang ini adalah ritme, daya ledak, dan disiplin."

Di atas panggung, saya harus mengontrol setiap tarikan napas, setiap gerakan tari untuk mempertahankan energi yang saya pancarkan kepada penonton.

Di dalam ring, petarung juga harus mengendalikan gerakan kaki mereka, menjaga fokus, dan mengikuti taktik.

"Baik seniman maupun praktisi bela diri memiliki bahasa yang sama: Anda harus berlatih keras di sasana untuk benar-benar bersinar di depan publik," ujar penyanyi itu.

Menurutnya, banyak orang masih memiliki pandangan yang agak kaku tentang tinju, tetapi pada kenyataannya, tinju adalah olahraga yang menuntut moderasi, kemampuan observasi, pemikiran strategis, dan tingkat pengendalian emosi yang tinggi.

"Setiap pukulan, setiap gerakan menghindar adalah hasil dari latihan yang serius."

"Yang paling saya kagumi adalah kemauan keras dan ketekunan para atlet muda ini. Mereka adalah bukti nyata bahwa kesuksesan tidak hanya berasal dari bakat, tetapi juga dari disiplin," katanya.

Sebagai guru seni untuk remaja, Vuong Thu Ha mengatakan bahwa ia telah bertemu banyak siswa yang pendiam, kehilangan arah, atau terlalu bergantung pada telepon dan permainan video.

Menurutnya, alih-alih ceramah moral yang membosankan, yang dibutuhkan kaum muda adalah lingkungan di mana mereka dapat berolahraga, mengalami, dan merasakan nilai dari usaha melalui tubuh mereka sendiri.

"Jangan menyuruh anak muda untuk berhenti menggunakan ponsel atau bermain game dengan ceramah yang panjang lebar. Beri mereka ruang untuk berolahraga dan berkeringat," ungkap Vuong Thu Ha.

Menurut penyanyi tersebut, ketika kaum muda mendalami musik, berlatih gerakan tari, atau berpartisipasi dalam aktivitas fisik, mereka secara bertahap akan merasakan "kebahagiaan di masa kini."

Transformasi batin inilah yang akan membantu anak-anak secara alami dan berkelanjutan menjauhkan diri dari godaan dunia maya.

Melalui citra para seniman bela diri muda seusia mereka yang berani menghadapi tekanan dan mendorong batas kemampuan mereka melalui latihan yang ketat, penyanyi tersebut berharap dapat menyampaikan pesan tentang disiplin dan kemauan untuk sukses kepada para siswa.

Kejuaraan Tinju Remaja Nasional 2026 akan berlangsung hingga 12 Juli di Gimnasium Tran Quoc Toan, mempertemukan 29 tim dengan 561 atlet yang berkompetisi dalam 41 kategori berat untuk pria dan wanita.

Ini adalah platform penting untuk menemukan dan menyeleksi talenta muda untuk tinju Vietnam.

Meningkatnya kehadiran musik di acara olahraga tidak hanya berkontribusi pada suasana meriah kompetisi, tetapi juga mencerminkan tren perkembangan olahraga modern, di mana hiburan dipadukan secara harmonis dengan nilai-nilai profesional.

Ketika panggung dan ring bersama-sama menyampaikan pesan tentang kemauan keras, disiplin, dan keinginan untuk melampaui diri sendiri, setiap turnamen menjadi lebih dari sekadar kompetisi; turnamen tersebut juga berubah menjadi acara budaya dengan dampak yang luas.

You can share this post!