Upbit Mengeluarkan Peringatan Terkait IOST Menjelang Transisi ke Layer-2
Jakarta, Pintu News – Upbit, salah satu bursa cryptocurrency terkemuka di Korea Selatan, baru-baru ini memberikan peringatan kepada para investor mengenai Internet of Services Token (IOST). Peringatan ini dikeluarkan sejalan dengan pedoman dari Digital Asset eXchange Alliance (DAXA), yang bertujuan untuk melindungi investor dari potensi risiko yang dapat muncul selama transisi besar pada aset digital ini.
Peringatan Upbit Terkait IOST
IOST merupakan proyek blockchain yang dirancang untuk mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps) dengan fokus pada meningkatkan skalabilitas dan kecepatan transaksi. Saat ini, proyek ini sedang mempersiapkan migrasi signifikan ke jaringan layer-2, yang diharapkan dapat mengubah struktur tokenomik dan jaringan secara drastis.
Proses migrasi ini mencakup penerbitan sekitar 21 miliar token baru, yang sering kali dapat menyebabkan volatilitas harga dalam jangka pendek.
Dampak Transisi Layer-2 pada Pasar
Dalam pembaruan terbaru, tim pengembang IOST mengonfirmasi bahwa transisi ke layer-2 telah disetujui melalui pemungutan suara pada 12 Januari. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menghubungkan jaringan layer-1 yang ada dengan layer-2 baru, guna meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya transaksi, dan menangani volume transaksi yang lebih besar.
Selama transisi, sekitar 21,3 miliar token baru akan diterbitkan secara bertahap. Alokasi token ini termasuk 60% untuk penghargaan validator, 20% untuk airdrop, 8% untuk insentif komunitas, dan sisanya untuk pengembangan serta operasional. Meskipun langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem, perubahan besar ini menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas harga dan dampak jangka pendek pada pasar.
Peringatan untuk Investor dan Tindakan Upbit
Upbit mengeluarkan peringatan ini untuk mengingatkan para investor agar berhati-hati dalam memegang atau memperdagangkan IOST selama proses migrasi berlangsung. Bursa tersebut menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan ini bersama tim IOST demi memastikan keamanan aset para pengguna.
DAXA, sebagai organisasi yang mengatur standar bursa utama di Korea Selatan, juga menekankan pentingnya memberikan peringatan terkait aset digital yang mengalami perubahan signifikan. Meskipun tidak ada rencana untuk menghentikan perdagangan atau menghapus IOST dari daftar, perhatian ini mencerminkan potensi risiko dan dampak perubahan tokenomik terhadap sentimen pasar.




