Unhas dan KND Perkuat Kampus Inklusif untuk Mahasiswa Difabel
Sumber Foto: ANTARA News Megapolitan
Sosial

Unhas dan KND Perkuat Kampus Inklusif untuk Mahasiswa Difabel

Makassar (ANTARA) - Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia dan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Pusat Disabilitas (Pusdis) berkolaborasi memperkuat implementasi kampus inklusif.

Ketua Pusat Disabilitas Unhas Dr Ishak Salim di Makassar, Selasa, menjelaskan Pusdis Unhas dirancang sebagai ruang ternyaman dan aman bagi mahasiswa difabel untuk berkembang secara mandiri.

Sebagian staf Pusdis merupakan mahasiswa yang menjadi pendamping sekaligus mitra bagi mahasiswa difabel.

“Staf Pusdis kami berasal dari mahasiswa yang kami yakini dapat mendampingi mahasiswa difabel dengan baik. Kami juga memiliki relawan Juru Bahasa Isyarat yang telah diakui secara resmi," ujarnya.

Pusdis Unhas berupaya menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri mahasiswa difabel melalui penyusunan modul serta buku panduan pembelajaran inklusif yang melibatkan mahasiswa difabel secara langsung.

"Pusdis kami arahkan sebagai ruang untuk mendorong mahasiswa difabel mampu melakukan self-advocacy kepada dosen, sehingga stigma bahwa mereka selalu harus dibantu dapat dihilangkan,” lanjut Ishak saat menerima kunjungan rombongan KND.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa menegaskan pembangunan Pusdis Unhas merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman institusi terhadap dimensi disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan kampus.

“Kami membangun Pusdis agar universitas lebih memahami dimensi disabilitas dalam berbagai aspek, sekaligus menghadirkan layanan yang lebih profesional. Universitas harus menjadi contoh yang baik dalam proses pendidikan, pelayanan, dan pengembangan sumber daya manusia yang inklusif,” tegas Rektor.

Ia juga menyampaikan bahwa Pusdis Unhas telah memasuki tahun ketiga dan masih memerlukan dukungan berkelanjutan untuk pengembangan layanan dan fasilitas, khususnya di setiap fakultas, terutama pada bangunan bertingkat.

Ke depan, Unhas berharap adanya penguatan komunitas serta kolaborasi lintas fakultas, termasuk dengan Fakultas Teknik, dalam menciptakan teknologi pendukung yang memperkuat ekosistem kampus inklusif.

Komisioner KND Eka Prastama Widiyanta menyampaikan kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh informasi serta melihat secara langsung implementasi perguruan tinggi yang inklusif di Unhas.

“KND memberikan penguatan dan pemahaman, sekaligus mendorong inovasi teknologi pendukung, seperti fasilitas akses dan sarana pembelajaran, agar mahasiswa difabel dapat belajar secara mandiri dan dosen juga lebih terbantu,” katanya.