Transformasi Gerbang Masuk Gedung Sate Bandung: Lima Fakta Penting
Sumber Foto: detikcom
Gerbang Berita

Transformasi Gerbang Masuk Gedung Sate Bandung: Lima Fakta Penting

Gedung Sate, yang merupakan kantor Gubernur Jawa Barat, kini memiliki tampilan baru yang mencolok. Revitalisasi gerbang masuk gedung bersejarah ini mengusung elemen arsitektur candi bentar yang kental dengan nuansa budaya Sunda. Berikut adalah lima fakta mengenai perubahan tersebut.

1. Revitalisasi Gerbang Masuk

Dalam beberapa pekan terakhir, kawasan Gedung Sate mengalami transformasi signifikan. Gapura lama telah dibongkar dan dibangun kembali dengan desain yang mencerminkan arsitektur Sunda, menggunakan material terakota. Meskipun proses pembangunan belum sepenuhnya selesai, bentuk gapura baru sudah mulai terlihat dengan pilar-pilar bata terakota yang tersusun rapi.

2. Upaya Memperkuat Identitas Budaya

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Mas Adi Komar, menjelaskan bahwa revitalisasi ini bertujuan untuk memperkuat karakter visual Gedung Sate sebagai ikon provinsi. Ia menekankan pentingnya representasi visual yang kuat terkait kekhasan budaya daerah.

3. Perbaikan Infrastruktur yang Diperlukan

Adi juga menambahkan bahwa pagar Gedung Sate telah lama tidak diperbarui dan mengalami kerusakan akibat aksi unjuk rasa sebelumnya. Oleh karena itu, perbaikan yang lebih menyeluruh diperlukan untuk menjaga integritas bangunan tersebut.

4. Unsur Candi Bentar dalam Desain

Desain gapura yang baru menggabungkan tradisi dan modernitas. Elemen candi bentar menjadi bagian integral dari bangunan Gedung Sate dan berfungsi sebagai simbol budaya yang relevan dengan sejarah keraton di Jawa Barat.

5. Proses Penyelarasan Warna

Saat ini, warna terakota mendominasi konstruksi gapura yang sedang dikerjakan. Namun, pihak pemprov memastikan bahwa tampilan akhir masih dalam proses penyelarasan sehingga warna yang digunakan akan serasi dengan dominasi warna putih yang menjadi ciri khas Gedung Sate.

Revitalisasi ini telah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2025 dengan total anggaran mencapai Rp 3,9 miliar, yang ditujukan untuk renovasi infrastruktur, khususnya gapura. Dengan desain baru ini, diharapkan Gedung Sate dapat menjadi simbol arsitektur khas Jawa Barat yang lebih tegas.