Tiga Belas Orang Keracunan Usai Konsumsi Telur Ikan Hias, Kemenkes Lakukan Penyelidikan
Pada tanggal 20 Februari, Departemen Keamanan Pangan ( Kementerian Kesehatan) mengirimkan dokumen kepada Dinas Kesehatan Provinsi Thanh Hoa mengenai verifikasi, investigasi, dan penanganan kasus dugaan keracunan makanan akibat mengonsumsi telur ikan.
Menurut Dinas Keamanan Pangan, pada malam tanggal 19 Februari, mereka menerima informasi bahwa 13 orang di komune Ngoc Lien, provinsi Thanh Hoa, sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Ngoc Lac karena diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi telur ikan hias (ikan Arowana), dengan gejala termasuk sakit perut, muntah, dan diare.
Sehubungan dengan situasi tersebut di atas, Dinas Keamanan Pangan meminta Dinas Kesehatan Provinsi Thanh Hoa untuk segera mengarahkan Sub-Dinas Keamanan dan Kebersihan Pangan Provinsi Thanh Hoa untuk berkoordinasi erat dengan Rumah Sakit Umum Ngoc Lac guna memberikan perawatan intensif bagi pasien yang menderita keracunan makanan, memastikan tidak terjadi situasi yang mengancam jiwa pasien;
Terus pantau kesehatan pasien, dan jika perlu, berkoordinasi dengan rumah sakit lain untuk konsultasi antar rumah sakit atau konsultasi dengan rumah sakit tingkat yang lebih tinggi untuk mendapatkan dukungan tepat waktu;
Bersamaan dengan itu, arahkan unit-unit terkait di area tempat kejadian keracunan makanan untuk segera memverifikasi dan menyelidiki kejadian keracunan makanan tersebut, menentukan penyebab utama keracunan makanan; memantau dan mengawasi perkembangan kejadian keracunan makanan agar dapat mendeteksi, mendukung, dan menangani kasus keracunan makanan serupa yang mungkin terjadi secara tepat waktu;
Dinas Keamanan Pangan juga meminta Dinas Kesehatan Thanh Hoa untuk mengarahkan instansi terkait agar memperkuat penyebaran informasi dan pendidikan kepada masyarakat tentang pengetahuan dan keterampilan keamanan pangan untuk makanan tradisional atau makanan yang dibuat sesuai dengan adat setempat, guna meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku serta kebiasaan yang tidak menjamin kebersihan dan keamanan pangan dalam pemilihan, pengolahan, pengawetan, dan penggunaan makanan; dan untuk menghindari mengonsumsi hewan liar atau makanan laut yang tidak dikenal tanpa mengetahui metode pengolahan atau asal-usulnya.
Bersamaan dengan itu, perkuat inspeksi dan pengawasan keamanan pangan pada usaha produksi, bisnis, dan pengolahan pangan skala kecil, serta pedagang kaki lima, untuk memastikan kondisi keamanan pangan saat produk pangan beredar di pasar;
Melanjutkan dan menjaga pelaksanaan isi Rencana No. 1941/KH-BCĐTƯATTP tanggal 23 Desember 2025 dari Komite Pengarah Antar-Kementerian Pusat tentang Keamanan Pangan mengenai pelaksanaan Rencana untuk menjamin keamanan pangan selama Tahun Baru Imlek dan Festival Musim Semi tahun 2026;
Surat Resmi No. 656/BYT-ATTP tertanggal 1 Februari 2026, dari Kementerian Kesehatan tentang upaya proaktif dalam memastikan keamanan pangan dan mencegah keracunan makanan; Surat Resmi No. 848/BYT-ATTP tertanggal 9 Februari 2026, dari Kementerian Kesehatan tentang upaya memastikan keamanan pangan di usaha makanan kaki lima;
Dokumen resmi No. 217/ATTP-NĐTT tertanggal 6 Februari 2026, dari Departemen Keamanan Pangan mengenai pengamanan pangan dan pencegahan keracunan makanan selama Tết dan Festival Musim Semi 2026.
Laporkan hasil investigasi keracunan makanan dan perbarui status kesehatan pasien yang terdampak kepada Departemen Keamanan Pangan sesuai yang dipersyaratkan.




