Portal News Day - Menjelang Angkutan Lebaran 2026, Sulawesi Selatan ditetapkan sebagai gerbang utama untuk pergerakan pemudik, dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan perlunya kesiapan matang dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Pemerintah memahami pentingnya Sulawesi Selatan dalam sistem transportasi nasional, terutama sebagai provinsi asal dan tujuan favorit pemudik. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi, diperkirakan 3,92 juta orang akan melakukan perjalanan dari wilayah ini, sementara 5,36 juta orang diprediksi akan menuju Sulawesi Selatan.
Makassar, sebagai pusat pergerakan, diproyeksikan menjadi salah satu dari lima bandara terpadat di Indonesia. Bandara Sultan Hasanuddin diperkirakan melayani sekitar 508 ribu penumpang yang terbang dan lebih dari 627 ribu penumpang yang mendarat. Selain itu, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar juga diperkirakan akan menjadi pelabuhan terpadat kedua secara nasional, dengan ratusan ribu penumpang bergerak melalui dermaganya. Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik, manajemen lalu lintas, pengaturan kendaraan, dan penyediaan angkutan pengumpan menjadi fokus utama.
Kementerian Perhubungan juga meluncurkan program Mudik Gratis untuk mengurangi kepadatan kendaraan pribadi. Sulawesi Selatan termasuk dalam rute tujuan kapal laut dengan beberapa lintasan. Selain itu, keberadaan pasar tumpah di beberapa lokasi seperti Pallangga, Mandai, dan Tompo berpotensi menambah kemacetan. Setelah Lebaran, destinasi wisata di Sulawesi Selatan diperkirakan akan ramai dikunjungi. Optimalisasi masjid sebagai rest area juga didorong, dengan 307 masjid yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung perjalanan pemudik.