Si Kembar Luana dan Viviana Marton Raih Puncak Taekwondo Dunia
Portal News Day - LUDUS – Jarang sekali sejarah mencatat dua nama dalam satu napas yang sama. Si kembar Luana dan Viviana Marton mampu mengukir nama mereka di singgasana tertinggi taekwondo dunia.
Bagi banyak atlet, puncak dunia adalah tempat yang sepi. Namun bagi si kembar Marton dari Hungaria, posisi ranking satu dunia terasa seperti rumah karena mereka mencapainya bergandengan tangan.
Di antara para gadis berusia 20 tahun, Luana dan Viviana Márton terus memimpin peringkat taekwondo internasional. Si kembar Márton – Luana dan Viviana – masuk dalam jajaran elite peringkat internasional tahun ini pada bulan Februari.
Baca juga: 10 Atlet Wanita Tercantik di Olimpiade Musim Dingin 2026
Viviana, peraih medali emas di Olimpiade Paris 2024 dan pemenang kejuaraan dunia tahun 2025, terus memimpin peringkat Olimpiade di kategori kyorugi 67 kilogram putri. Sementara Luana, juara dunia tiga kali, menempati posisi pertama peringkat dunia kategori yang sama, kyorugi 67 kg putri.
Keduanya dinominasikan dan masuk tiga besar dalam kontes Atlet Wanita Terbaik Hungaria. Luana Márton akhirnya menerima suara terbanyak untuk dinobatkan sebagai yang terbaik tahun 2025.
Si kembar Luana dan Viviana Marton masuk dalam jajaran elite taekwondo peringkat internasional tahun ini pada bulan Februari 2026. Foto/taekwondo ute
Luana dan Viviana Marton lahir 16 Februari 2006 (usia 20 tahun) di Pulau Tenerife, Spanyol. Orangtua mereka, Zsolt dan Barbara Márton, mantan atlet kickboxing di Budapest dan bola tangan.
Viviana memenangkan medali emas di kelas -67kg putri, menandai medali emas Taekwondo Olimpiade pertama Hongaria.
Baca juga: LUDUS Taekwondo Open 2026: Harmoni Ketangkasan Kyorugi, Keindahan Poomsae, dan Kecanggihan Virtual
Kakaknya, Luana, yang biasanya berkompetisi di kelas -57 kg putri, adalah juara dunia taekwondo wanita pertama dalam sejarah negaranya. “Saya belum tahu batasan saya, ini masih awal karier olahraga saya,” kata Viviana.
Juara Dunia Taekwondo 2025
Presiden Federasi Taekwondo Hungaria, Zsolt Krisztián Márton (tengah) bersama Luana dan Viviana Marton di Kejuaraan Dunia Taekwondo di Wuxi, China 2025. Foto/taekwondo ute
Di usia 19 tahun, si kembar Luana dan Viviana Márton mencetak sejarah di Kejuaraan Dunia Taekwondo di Wuxi, China 2025. Luana, yang sebelumnya memenangkan gelar kelas under 57 kg dua tahun lalu, menjadi juara dunia taekwondo dua kali pertama dari Hungaria di kelas under 67 kg.
Adiknya, yang berkompetisi di kelas under 62 kg, mengikuti jejaknya dengan meraih medali perak. Ini menandai pertama kalinya dua atlet taekwondo Hungaria berdiri di podium pada kejuaraan dunia yang sama.
Luana Márton menunjukkan dominasi yang mengesankan sepanjang hari kompetisi, meskipun berkompetisi di kelas yang lebih tinggi untuk pertama kalinya. Dia pun menghadapi lawan yang lebih besar dan lebih kuat.
Baca juga: Malaysia Usulkan Taekwondo Virtual Masuk SEA Games 2027, Target Rebut 2 Medali Emas
Di final, Luana Márton menghadapi Milena Titoneli dari Brasil, yang telah memenangkan perunggu pada tahun 2019 dan 2022, dan finis keempat di Olimpiade Tokyo.
“Ini adalah kategori baru karena lawan-lawannya lebih besar; lagipula, saya pindah dari 57 ke 67 kilogram,” jelasnya. Dia menegaskan akan terus bekerja keras untuk berkompetisi di Olimpiade di Los Angeles.
Luana Márton (biru) menghadapi Milena Titoneli dari Brasil di final Kejuaraan Dunia Taekwondo di Wuxi, China 2025. Foto/taekwondo ute
Presiden Federasi Taekwondo Hungaria, Zsolt Krisztián Márton, menggambarkan penampilan Luana sebagai sebuah “keajaiban.” Dia menunjukkan semangat pantang menyerah yang sama seperti saudara kembarnya, Viviana, yang memenangkan medali emas Olimpiade di Paris.
Penampilan kakak beradik Márton ini bersejarah, karena ini adalah pertama kalinya dua atlet taekwondo Hungaria berdiri di podium pada kejuaraan dunia yang sama.
“Saya pikir ini adalah sensasi dunia yang sesungguhnya bahwa salah satu dari si kembar meraih juara pertama dan yang lainnya juara kedua, dan di kejuaraan dunia yang sama,” ujarnya.
Si Kembar Kelahiran Spanyol
Si kembar Luana dan Viviana Marton berlatih bersama. Foto/taekwondo ute
Orang tua Si Kembar Luana dan Viviana Marton berasal dari Hongaria. Ketika, Zsolt dan Barbara Márton, mengunjungi Kepulauan Canary pada awal tahun 2000-an, mereka memilih untuk tinggal di pulau yang indah itu.
Di sana, mereka berharap putri-putri mereka dapat mengikuti jejak mereka di bidang olahraga—Zsolt adalah seorang kickboxer dan ibu mereka pernah bermain bola tangan. Kedua gadis itu dibesarkan dalam lingkungan yang aktif, dan menyukai taekwondo.
"Impian mereka adalah menjadi juara Olimpiade. Mereka bahkan belum berusia 10 tahun ketika pertama kali mengatakan ini," kata Zsolt kepada telex.hu.
Baca juga: LUDUS Online Poomsae dan Speed Kicking, Taekwondo Tanpa Batas
Pada tahun 2017, keluarga Zsolt pindah ke Tenerife dan pindah ke Madrid pada tahun 2018 untuk mengejar impian ini. Keahlian si kembar membuat mereka menonjol di Madrid.
Luana Márton mendapat suara terbanyak untuk dinobatkan sebagai yang atlet wanita Hungaria terbaik tahun 2025. Foto/taekwondo ute
Mereka menemukan sebuah klub taekwondo di Sekolah Internasional Hankuk. Mereka bergabung dengan mantan atlet Olimpiade Suvi Mikkinen dan Jesús Ramal. Di sanalah juga Adriana Cerezo, peraih medali perak Olimpiade Spanyol, berlatih.
“Kami datang ke Madrid khusus untuk lolos ke Olimpiade dan menjadi juara Olimpiade. Semua kerja keras yang telah kami lakukan bersama tim [Hankuk] dan upaya keluarga saya telah membuahkan hasil,” kata Viviana. (*)
Silakan kunjungi media sosial dan market place LUDUS Store di Shopee (Ludus Store), Tokopedia (Ludus Store), TikTok (ludusstoreofficial), dan Instagram (@ludusstoreofficial) untuk mendapatkan berbagai perlengkapan olahraga bela diri berkualitas dari sejumlah brand ternama.
Anda juga bisa mengunjungi LUDUS Store untuk mendapatkan harga lebih murah, transaksi yang aman, dan pengiriman cepat.
APA KAMU SUKA DENGAN ARTIKEL INI ?
Sukai Artikel7 pembaca
MULAI BAGIKAN
FacebookWhatsAppTelegramLinkedInEmail
Response (0)
Kirim
Login untuk berkomentar
Silakan login untuk berkomentar pada artikel ini.
Login dengan Google
No comments yet. Be the first to comment!




