Portal News Day - Saung Kreasi Cafe Inklusi di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendorong kemandirian difabel melalui pemberdayaan ekonomi.
Pendataan penyandang disabilitas di Kecamatan Lemahabang mengungkapkan fakta bahwa jumlah difabel di desa-desa melebihi perkiraan awal. Dari estimasi belasan orang, ditemukan lebih dari 50 penyandang disabilitas di setiap desa. Temuan ini memicu gerakan pemberdayaan yang difasilitasi oleh Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC).
Ketua Kelompok Difabel Desa Lemahabang, Melas Subagja, menyatakan bahwa komunitas yang awalnya terbatas kini berkembang mencakup Desa Belawa, Tuk Karangsuwung, dan beberapa desa di Kecamatan Greged. Melalui cafe ini, mereka memasarkan produk UMKM, termasuk kopi rempah dan jahe merah, dengan harga terjangkau. Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati, menekankan bahwa pendataan merupakan langkah penting untuk memahami kebutuhan penyandang disabilitas, yang akan diikuti dengan pelatihan dan kesempatan kerja. Saung Kreasi Cafe Inklusi berfungsi sebagai lebih dari sekadar tempat usaha, melainkan sebagai simbol dukungan pemerintah terhadap kemandirian difabel.
Pemerintah Kecamatan Lemahabang juga melibatkan Balai Latihan Kerja (BLK) dalam memberikan pelatihan, termasuk pembuatan brownies yang dijual di cafe. Ketua Pokja III PKK Kecamatan Lemahabang, Yayuk Sri Rahayu, menambahkan dukungan PKK dalam pengembangan UMKM yang dikelola oleh kelompok difabel. Produk-produk seperti kopi rempah berbahan jahe merah, kapulaga, dan cengkeh diharapkan dapat dikenal lebih luas. Target pemerintah adalah menjadikan seluruh 13 desa di wilayahnya sebagai desa inklusi, yang diharapkan menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Cirebon, sehingga penyandang disabilitas dapat memiliki ruang untuk berkarya dan hidup mandiri.