Satu Pelaku Pembobolan Toko Ditangkap, Rekan Melarikan Diri ke Drainase
Sumber Foto: KaltimKita.com
Lifestyle

Satu Pelaku Pembobolan Toko Ditangkap, Rekan Melarikan Diri ke Drainase

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Nasib berbeda dialami dua pria yang terlibat aksi pembobolan toko di Jalan MT Haryono RT 08, Kelurahan Gunung Samarinda Baru.

Setelah sempat menggasak rokok dan uang pada Senin (16/2/2026) dini hari, salah satu terduga pelaku tertangkap.

Seorang pria berinisial AK (36) diringkus setelah terekam kamera pengawas saat beraksi di toko yang belum lama ini menjadi lokasi kasus pembunuhan tersebut.

Informasi yang dihimpun, terduga pelaku ditangkap di kawasan Kecamatan Balikpapan Selatan tadi malam, Rabu (18/2/2026).

Dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan Iptu Iskandar Ilham tak membantah penangkapan tersebut.

"Terduga pelaku berinisial AK, ditangkap di rumahnya di Perusda (Balikpapan)," singkat Iptu Iskandar, Kamis (19/2/2026).

Berbeda dengan rekannya yang pasrah. Informasi yang dihimpun media ini, satu pelaku lainnya memilih jalur ekstrem untuk menghindari borgol polisi.

Saat penggerebekan berlangsung, ia nekat melompat ke dalam parit besar di sekitar lokasi dan berhasil melarikan diri dari kejaran petugas.

Namun begitu, Iptu Iskandar enggan banyak berkomentar menyangkut dugaan pencurian yang menyasar toko kelontong bekas TKP pembunuhan itu.

"Informasi lebih lengkap, silakan ke Polsek Balikpapan Utara karena kami sudah menyerahkannya ke sana," lanjut Iptu Iskandar.

AK merupakan salah satu dari dua pria yang terekam CCTV merusak gembok toko milik Pak Ambo pada Senin (16/2/2026) subuh.

Dalam aksinya, AK dan rekannya menggunakan gunting beton untuk merusak pintu dan menggasak uang kas serta rokok di etalase dengan taksiran kerugian mencapai Rp3 juta.

Meski pelaku sempat mencabut kabel perangkat CCTV untuk menyembunyikan identitas, rekaman sebelum kabel terputus tetap menjadi dasar identifikasi oleh kepolisian.

Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengejar satu pelaku lain yang identitasnya sudah mulai terpetakan berdasarkan keterangan AK dan bukti di lapangan.