Rumah Komunal Phuoc Truong: Warisan Budaya dan Sejarah Desa Kuno
Sumber Foto: Vietnam.vn
Lifestyle

Rumah Komunal Phuoc Truong: Warisan Budaya dan Sejarah Desa Kuno

Tempat asal mula komunitas tersebut.

Terletak di persimpangan jalan Dong Kinh Nghia Thuc dan Le Manh Trinh (kelurahan Son Tra), balai desa Phuoc Truong adalah salah satu balai desa tertua yang dibangun cukup awal di Da Nang.

Keberadaan rumah komunal terkait erat dengan proses pengembangan kawasan tepi sungai dan pesisir, serta pembentukan komunitas lokal.

Menurut catatan sejarah, daerah ini awalnya merupakan lahan tandus yang ditutupi pasir putih. Pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17, Bapak Phan Phu Van, keturunan keluarga Phan di komune Thang An, datang untuk mereklamasi lahan dan mendirikan desa Phuoc Giang, yang kemudian berganti nama menjadi Phuoc Truong.

Sekitar waktu yang sama, keluarga Nguyen, Truong, Huynh, dan Le juga datang untuk menetap, membentuk komunitas besar. Pada masa pemerintahan Gia Long, desa Phuoc Truong tercatat dalam catatan tanah dengan nama "Komune Phuc Truong," yang termasuk dalam distrik Dien Ban.

Pada tahun 1858, nama desa tersebut masih muncul di peta "Positions de Tourane" dengan nomor simbol 75 (福長社 - Phước Trường commune), yang menegaskan bahwa desa tersebut merupakan salah satu desa kuno tertua yang terbentuk di Da Nang.

Arsitektur dan nilai warisan

Kuil ini saat ini terletak di area yang luasnya lebih dari 1.600 meter persegi, menghadap Jalan Le Manh Trinh. Di depannya terdapat layar keramik yang dibuat dengan sangat indah berbentuk gulungan, menggambarkan harimau, kuda-naga, bangau, dan kura-kura, yang melambangkan kesucian dan perlindungan perdamaian.

Tata letak arsitektur, yang berbentuk seperti karakter Tionghoa "丁" (ding), menampilkan atap genteng yin-yang dan dekorasi bubungan yang menggambarkan dua naga yang memperebutkan mutiara, mencerminkan gaya seni tradisional masyarakat provinsi Quang Nam.

Di dalam aula utama, di tengahnya terdapat kuil yang didedikasikan untuk dewa pelindung, yang didekorasi secara unik dengan kepala naga. Di kedua sisinya terdapat bait-bait dalam aksara Tiongkok yang memuji kebajikan dan kekuatan ilahi dewa tersebut: "Kekuatan ilahi-Nya yang mulia bersinar abadi / Bantuan ilahi-Nya menerangi selama seribu tahun."

Selain altar dan bait horizontal serta vertikal, terdapat juga empat lempengan batu yang didedikasikan untuk dewa pelindung: Do Thien Thanh Hoang, Thanh Hoang Dai De, Dai Can Quoc Gia Nam Hai, dan Tho Dia Thanh Hoang.

Ini adalah artefak berharga yang mencerminkan kehidupan keagamaan penduduk kuno di wilayah pesisir Da Nang. Di dalam kompleks kuil, terdapat juga lima makam leluhur, sebuah kuil untuk arwah orang yang telah meninggal, sebuah kuil untuk dewa-dewa manusia, dan sebuah kuil untuk dewa laut.

Sebelumnya, peninggalan-peninggalan ini tidak terletak di dalam kompleks kuil, tetapi karena perencanaan kota dan renovasi, peninggalan-peninggalan tersebut dipindahkan ke dalam kompleks kuil, dan berfungsi sebagai tempat ibadah spiritual bersama bagi masyarakat setempat.

Secara khusus, pohon Terminalia catappa yang berusia hampir 400 tahun dan pohon asam Phuoc Truong yang berusia lebih dari 200 tahun adalah dua saksi langka yang melestarikan kenangan budaya dan sejarah desa tersebut.

Selama dua perang perlawanan, rumah komunal Phuoc Truong merupakan lokasi aktivitas revolusioner di Zona Timur, tempat diadakannya demonstrasi, tempat berlindung bagi para kader, dan tempat ini terkait erat dengan Revolusi Agustus 1945 di Da Nang.

Pohon asam jawa di halaman rumah komunal lama telah secara resmi diakui oleh sektor kebudayaan sebagai peninggalan sejarah, "Pohon Asam Jawa Phuoc Truong," untuk memperingati patriotisme teguh masyarakat setempat.

Seiring waktu, kuil tersebut mengalami kerusakan yang signifikan. Pada tahun 1998, kuil tersebut direnovasi total, mulai dari fondasi hingga dinding dan atap. Struktur saat ini menggabungkan tampilan kuno dengan lanskap perkotaan, menjadi destinasi budaya dan spiritual bagi masyarakat Son Tra.