Portal News Day - RSUD Haji Provinsi Jawa Timur meluncurkan Haji C-AIRRe, sebuah ekosistem riset dan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan robotika, pada Rabu (15/7/2026). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat transformasi layanan kesehatan melalui kolaborasi dengan Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam peluncuran tersebut menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan peran dokter dalam pengambilan keputusan medis tetapi berfungsi sebagai alat bantu. Emil menyatakan bahwa teknologi ini dapat meningkatkan ketepatan dan kecepatan pelayanan kesehatan.
Dalam ekosistem Haji C-AIRRe, RSUD Haji mengenalkan beberapa inovasi, termasuk AI Mina, yang meningkatkan efisiensi klaim BPJS Kesehatan. Sebelum penerapan AI Mina, angka pending claim berada di kisaran 40 hingga 50 persen, namun setelah implementasi, angka tersebut berhasil ditekan di bawah lima persen. Inovasi lainnya mencakup iBrain2U, asisten radiologi berbasis AI, AI Chatbot Minji Assistant, serta alat deteksi tuberkulosis dan sistem rehabilitasi berbasis robotik.
Direktur RSUD Haji, dr. Tauhid Islamy, menjelaskan bahwa Haji C-AIRRe lahir dari kebutuhan untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang kompleks. Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mempercepat pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pasien. Haji C-AIRRe diharapkan dapat terus berkembang menuju hilirisasi teknologi kesehatan yang lebih luas.