Renovasi Gerbang Candi Gedung Sate Memakan Biaya Rp 3,9 Miliar
Sumber Foto: republika.co.id
Gerbang Berita

Renovasi Gerbang Candi Gedung Sate Memakan Biaya Rp 3,9 Miliar

Pemandangan baru kini terlihat di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, seiring dengan renovasi gerbang yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Renovasi ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,9 miliar dan mengusung konsep kebudayaan Sunda dengan bentuk candi.

Pada hari Jumat, 21 November 2025, terlihat bahwa gerbang-gerbang yang telah direnovasi kini terdiri dari dua pilar yang menerapkan gaya gerbang kerajaan, mirip dengan candi, dengan desain berundak-undak yang umum ditemukan di daerah seperti Cirebon dan wilayah lain di Pulau Jawa.

Kontroversi di Tengah Efisiensi Anggaran

Proyek renovasi ini menjadi sorotan publik karena dilaksanakan di tengah upaya efisiensi anggaran yang ketat oleh Pemprov Jawa Barat. Pada tahun 2025 dan 2026, pemerintah daerah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memangkas kegiatan seremonial, namun proyek fisik seperti renovasi gerbang Gedung Sate tetap dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025.

Penjelasan Dinas Komunikasi dan Informatika

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Mas Adi Komar, menjelaskan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk merenovasi enam gerbang, memperbaiki pilar, serta menata area parkir di sisi barat dan timur yang dianggap sudah tidak layak. Adi menjelaskan, "Sudah lama tidak ditinjau ulang dan sudah lama tidak direnovasi. Kami ingin memperkuat area sekitar Gedung Sate, terutama di bagian luar. Pilar ini salah satunya, dan kami ingin tetap mempertahankan Gedung Sate sebagai ikon budaya Jawa Barat."

Adi juga menegaskan bahwa proyek ini tidak mengabaikan nilai sejarah. Menurutnya, konsep dua pilar yang terinspirasi oleh Candi Bentar adalah langkah untuk mempertegas identitas budaya Jawa Barat di lingkungan pusat pemerintahan. "Pilar ini memunculkan ikon budaya Jawa Barat, terinspirasi dari Candi Bentar yang banyak digunakan di keraton-keraton Jawa Barat," ujarnya.