Realisasi TKD Kaltim 2026 Capai 11,55 Persen dari APBN
Sumber Foto: ANTARA News
Ekonomi

Realisasi TKD Kaltim 2026 Capai 11,55 Persen dari APBN

Portal News Day - Samarinda (ANTARA) - Dana transfer ke daerah (TKD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang Januari 2026 mencapai Rp2,55 triliun, mendominasi belanja negara dari APBN ke provinsi ini dalam periode sama yang totalnya Rp3,1 triliun.

"Sisanya yang Rp555,7 miliar merupakan belanja pegawai, belanja modal, belanja barang, dan belanja bantuan sosial," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kaltim Edih Mulyadi di Samarinda, Kaltim, Minggu.

Capaian Rp2,55 triliun tersebut mencakup 11,55 persen dari total TKD pada 2026 yang sebesar Rp22,07 triliun. Namun demikian, total TKD 2026 mengalami penurunan jauh ketimbang tahun sebelumnya yang nilainya mencapai Rp42,29 triliun.

Sedangkan rincian TKD pada 2026 adalah untuk dana alokasi umum (DAU) terealisasi Rp1,41 triliun atau sebesar12,28 persen dari total pagu Rp22,07 triliun.

DAU dari pemerintah pusat ini antara lain dimanfaatkan untuk pemerataan kemampuan keuangan antardaerah, untuk menjalankan pelayanan umum, serta sejumlah kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

Selain DAU, belanja lainnya adalah dana alokasi khusus (DAK) Fisik yang belum terealisasi, namun untuk total alokasinya senilai Rp24,61 miliar, mengalami penurunan ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp178,48 miliar.

Kemudian DAK Nonfisik pada Januari tahun ini terealisasi Rp543,62 miliar atau sebesar 20,11 persen dari total pagu senilai Rp2,7 triliun.

Menurutnya, pengalokasian DAK Nonfisik dari APBN adalah untuk mendanai berbagai program atau kegiatan pelayanan nonfisik hingga kebijakan tertentu yang menjadi urusan daerah, namun harus tetap mengacu pada target pembangunan nasional.

"Tujuannya adalah untuk mencapai target prioritas nasional, mempercepat pembangunan daerah, mengurangi kesenjangan layanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan untuk mendukung operasional layanan publik," ujar Edih.

Selain DAK Nonfisik, TKD untuk Kaltim juga berupa dana bagi hasil (DBH), yakni pada Januari tahun ini telah terealisasi Rp590,76 miliar atau 7,84 persen dari total DBH 2026 yang mencapai Rp7,53 triliun.

Ia juga mengatakan bahwa nilai total Rp7,53 triliun ini terjadi terjun bebas ketimbang DBH tahun sebelumnya yang sebesar Rp32,38 triliun.