Realisasi Belanja APBN NTT Januari 2026 Capai Rp3,28 Triliun
Kupang, NTT (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada Januari 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Ro3,28 triliun atau 11,19 persen dari pagu.
"Hingga 31 Januari 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp3,28 triliun, sedangkan pendapatan negara sebesar Rp217,37 miliar," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Adi Setiawan di Kupang, NTT, Rabu.
Ia menjelaskan pendapatan negara dan hibah di NTT hingga akhir Januari 2026 tercatat sebesar Rp217,37 miliar (5,68 persen dari target), dengan kontribusi utama berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp150,60 miliar serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mencapai Rp66,78 miliar atau 8,89 persen target.
Di sisi pengeluaran, realisasi belanja negara mencapai Rp3,28 triliun yang mencakup belanja pemerintah pusat (BPP) sebesar Rp334,99 miliar, terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp270,50 miliar atau 6,19 persen dari pagu serta belanja barang senilai Rp57,43 miliar atau 1,97 persen dari pagu.
Sementara itu, belanja modal terealisasi Rp7,11 miliar atau 0,40 persen dari pagu, sedangkan belanja bantuan sosial belum terdapat realisasi sampai dengan akhir periode Januari 2026.
Adi mengatakan alokasi dana bagi hasil (DBH) tahun 2026 sebesar Rp74,54 miliar, yang terkontraksi 65,14 persen (yoy).
Realisasi penyaluran DBH sampai dengan Januari 2026 sebesar Rp1,32 miliar atau 1,78 persen dari alokasi dan terkontraksi 67,59 persen (yoy).
Untuk dana alokasi umum (DAU) tahun 2026 yakni Rp13.758,36 miliar yang terkontraksi 9,95 persen (yoy).
Realisasi penyaluran DAU sampai dengan Januari 2026 sebesar Rp2.150,96 miliar atau 15,63 persen dari alokasi dan tumbuh 13,70 persen (yoy).
Alokasi DAK fisik tahun 2026 sebesar Rp267,13 miliar yang terkontraksi 71,48 persen (yoy), tetapi belum ada realisasi penyaluran hingga Januari 2026.
Sementara itu, alokasi DAK nonfisik tahun 2026 yakni Rp5.028,14 miliar yang tumbuh 9,86 persen (yoy).
Realisasi penyaluran DAK nonfisik sebesar Rp789,26 miliar atau 15,70 persen dari alokasi dan tumbuh 6,41 persen (yoy).
Adapun alokasi dana desa tahun 2026 sebesar Rp1.077,05 miliar untuk 3,136 desa atau terkontraksi 60,10 persen (yoy), dan belum ada realisasi hingga akhir Januari 2026.
Adi menyampaikan kinerja fiskal regional NTT pada bulan pertama 2026 menunjukkan awal tahun yang terjaga dengan fokus pada penguatan layanan publik dan dukungan ekonomi kerakyatan.
"Pemerintah terus memastikan agar APBN bekerja secara optimal sebagai instrumen perlindungan sosial dan pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah NTT," katanya.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026




