Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Gedung DPR/MPR RI
Jakarta – Ratusan mahasiswa berkumpul di kawasan gerbang belakang Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis sekitar pukul 13.40 WIB. Aksi ini merupakan bagian dari unjuk rasa yang menolak sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa mahasiswa datang secara berkelompok, membawa berbagai atribut organisasi, spanduk, dan poster yang berisi tuntutan. "Assalamualaikum, kami datang bawa pasukan," teriak mereka saat bergerak menuju gerbang belakang Gedung DPR/MPR.
Suasana di sekitar pintu belakang Gedung DPR RI semakin ramai dengan orasi yang disampaikan secara bergantian melalui pengeras suara. "Kok gerbangnya nggak dibuka? Kami kan mau menyampaikan aspirasi," teriak salah satu mahasiswa.
Di sisi lain, aparat kepolisian terlihat berjaga ketat di sekitar area pintu belakang untuk mengantisipasi potensi gesekan antara massa dan petugas. Meskipun situasi di lokasi masih kondusif, arus lalu lintas di sekitar gerbang belakang DPR RI mulai tersendat akibat konsentrasi massa yang terus bertambah.
Polda Metro Jaya telah menyiapkan sebanyak 4.531 personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa kelompok buruh di depan Gedung DPR RI pada hari yang sama. Personel tersebut terdiri dari 2.174 personel Polda Metro Jaya, 1.725 personel bawah kendali operasi (BKO) yang melibatkan unsur TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP, dan Dishub, serta 632 personel dari jajaran Polres.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meminta seluruh aparat keamanan yang mengawal aksi unjuk rasa untuk tidak melakukan tindakan agresif. "Tindakan represif hanya dilakukan oleh tim Reskrim terhadap massa yang bertindak anarkis. Penggunaan gas air mata pun hanya boleh dilakukan atas perintah langsung Kapolda," ujar Asep di Jakarta.
Dia juga menekankan pentingnya sikap humanis dan terukur dalam bertugas, serta mengingatkan agar semua personel tetap kompak dan berkoordinasi dengan komandan lapangan.
Dengan adanya demonstrasi ini, masyarakat di sekitar juga diingatkan untuk waspada terhadap perubahan arus lalu lintas dan potensi keramaian di area tersebut.




