Ramadan di Gaza: Krisis Pangan dan Terbatasnya Bantuan Kemanusiaan
Portal News Day - Warga Gaza menjalani bulan Ramadan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dengan kesulitan mendapatkan makanan untuk berbuka puasa. Di tengah gencatan senjata, bantuan kemanusiaan yang masuk tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, mengakibatkan banyak yang menderita akibat kelaparan.
Awal Kejadian
Sejak tahun ini, kondisi pangan di Gaza semakin memburuk. Integrated Food Security Phase Classification (IPC) mengklasifikasikan krisis pangan di kawasan tersebut pada tingkat "Bencana Pangan" (Fase 5 IPC), dengan lebih dari 500.000 jiwa mengalami kelaparan ekstrem. Jika situasi ini berlanjut, IPC memperkirakan bahwa hingga April 2026, lebih dari setengah penduduk Gaza akan tetap berada dalam kondisi "Krisis Pangan" (Fase 3 IPC).
Perkembangan
Penyebab utama dari terbatasnya pasokan pangan adalah dampak pengeboman yang menghancurkan sumber produksi pangan di Gaza. Meskipun saat ini sedang berlangsung gencatan senjata yang dimulai pada 9 Oktober 2025, akses bantuan kemanusiaan tetap sangat minim. Selama fase pertama gencatan senjata, hanya 23.019 truk bantuan yang berhasil memasuki Gaza dari total 54.000 truk yang seharusnya diperbolehkan, dengan rata-rata 255 truk per hari, atau hanya 43 persen dari jumlah yang diharapkan.
Di samping itu, Israel juga telah memblokir pengiriman barang-barang makanan penting dan bergizi, menggantinya dengan makanan tidak bergizi seperti camilan dan minuman ringan. Larangan ini juga mencakup lebih dari 36 organisasi internasional yang tidak diizinkan beroperasi di Gaza, semakin memperburuk situasi bagi warga Palestina.
Kondisi Terakhir
Saat fase pertama gencatan senjata belum sepenuhnya dilaksanakan, fase kedua telah diumumkan pada 16 Januari 2026, dengan fokus pada tata kelola jangka panjang Gaza. Namun, Gerbang Rafah-Mesir belum dibuka, mengakibatkan akses bantuan tetap terhambat. Selain itu, serangan terhadap Gaza masih terus terjadi, dengan jumlah korban jiwa yang terus meningkat. Krisis pangan yang diprediksi oleh IPC dapat menjadi kenyataan jika gerbang Rafah-Mesir tidak segera dibuka dan bantuan kemanusiaan tidak dapat sepenuhnya masuk ke Gaza.




