Portal News Day - Daerah
1 min.Read
Balik Rantau Gratis Jawa Tengah Fasilitasi Lansia dan Difabel
By Hendry Prasetiyo
30 Maret 2026, 14:40
Boyolali, MCI News – Program Balik Rantau Gratis 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberangkatkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk kelompok rentan, dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (28/03/2026) seperti yang dikutip di website humas.jatengprov.go.id.
Sejumlah peserta lansia dan difabel terlihat mengikuti pemberangkatan dengan fasilitas khusus yang disiapkan pemerintah daerah. Data di lokasi menunjukkan sebanyak 74 orang kelompok rentan diberangkatkan dari Asrama Haji Donohudan, terdiri dari 7 difabel, 25 lansia, dan 42 pendamping. Selain itu, di Terminal Bulupitu Banyumas terdapat 11 peserta, di Terminal Mangkang Semarang sebanyak 4 peserta, serta moda kereta api yang melayani 9 peserta.
Program ini juga memberikan perhatian khusus kepada peserta berkebutuhan khusus. Salah satu penumpang pengidap hidrosefalus dengan tujuan Bandung difasilitasi menggunakan ambulans dari Kabupaten Karanganyar menuju titik keberangkatan, yang dikoordinasikan dengan dinas terkait di daerah tujuan.
Orang tua dari anak berkebutuhan khusus, Sudiman, mengaku terbantu dengan program tersebut. “Terima kasih Pak Gubernur dan Paguyuban Jawa Tengah (PJT) yang memberi bantuan bus, sehingga saya bisa mudik dan balik rantau. Mudah-mudahan bisa difasilitasi terus, apalagi buat anak tidurnya nyaman,” ucapnya.
Manfaat program juga dirasakan oleh pasangan perantau, Lendra dan Ambar, yang bersama anak-anaknya kembali ke Jakarta. “Dari Solo mau ke Jakarta. Ini kali kedua kami ikut program ini. Kami sangat terbantu, karena bisa menghemat pengeluaran, sehingga bisa dialihkan keperluan yang lain,” ucap Lendra.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan program Mudik dan Balik Rantau Gratis merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat, khususnya pekerja sektor informal. “Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas, tidak hanya pada saat mudik, tetapi saat balik pun kita lakukan,” ucapnya.
Menurutnya, program ini tidak hanya sekadar layanan transportasi, tetapi juga upaya menjaga tradisi mudik sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat. Ia menyebut sebagian besar penerima manfaat berasal dari kalangan pekerja informal seperti pedagang kecil, pengemudi ojek, pekerja pabrik, hingga pekerja bangunan.
Dengan adanya fasilitas ini, para perantau dapat menghemat biaya perjalanan sehingga dana yang dimiliki dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat pada tahun-tahun mendatang.
Hendry Prasetiyo
Tags
Ahmad Luthfi
Ambar
balik rantau gratis
lansia difabel
Lendra
mudik Jateng
Sudiman