Prediksi Prof Jiang: Trump Menang, AS-Iran Terlibat Perang, dan Kegagalan AS
Nasional

Prediksi Prof Jiang: Trump Menang, AS-Iran Terlibat Perang, dan Kegagalan AS

Portal News Day - Ringkasan Berita:

Prof Jiang Xueqin, akademisi China, memprediksi tiga dinamika global, yakni kemenangan Donald Trump di Pilpres AS, perang AS-Israel melawan Iran, dan kekalahan AS dalam konflik tersebut.

Ia menilai Iran unggul strategi, memanfaatkan proksi regional dan menarget infrastruktur vital Teluk.

Konflik berpotensi mengganggu stabilitas energi, ekonomi global, dan investasi teknologi.

Eskalasi konflik diperkirakan akan memengaruhi peta geopolitik jangka panjang.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran menjadi salah satu prediksi geopolitik yang disampaikan akademisi China, Prof Jiang Xueqin.

Prediksi itu sebelumnya disampaikan Prof Jiang pada tahun 2024.

Dalam sebuah kuliah, Prof Jiang menjelaskan pandangannya mengenai tiga prediksi terkait dinamika politik global.

Prediksi pertama adalah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Prediksi kedua, Amerika Serikat akan terlibat perang dengan Iran.

Adapun prediksi ketiga, menurut Jiang, Amerika Serikat pada akhirnya akan gagal memenangkan perang tersebut.

“Dalam kelas itu saya membuat tiga prediksi besar. Pertama, Trump akan menang pada November. Kedua, Amerika akan pergi berperang melawan Iran. Ketiga, Amerika akan kalah dalam perang itu,” ujar Jiang dalam video yang diunggah di akun TikTok @infinitephoenix2015.

Dalam video, Prof Jiang menunjukkan alasan prediksinya tepat.

Dimulai dari kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS dan perang antara AS-Israel VS Iran.

Termasuk prediksinya soal AS yang akan kalah perang terhdap Iran.

Menurut Jiang, dinamika konflik yang berkembang saat ini menunjukkan Iran memiliki sejumlah keuntungan strategis dibandingkan Amerika Serikat.

Ia menilai konflik tersebut pada dasarnya merupakan perang langsung antara Washington dan Teheran, dengan Iran telah mempersiapkan diri selama puluhan tahun.

“Saya melihat Iran memiliki keunggulan dalam cara mereka mempersiapkan konflik ini. Selama sekitar 20 tahun mereka menyiapkan strategi dan latihan militer,” kata Jiang.

Ia juga menilai Iran memanfaatkan jaringan sekutu dan kelompok proksi di kawasan, seperti kelompok Houthi di Yaman serta Hezbollah dan Hamas di Timur Tengah, untuk memahami pola respons militer Amerika Serikat.

Menurutnya, pengalaman konflik sebelumnya juga memberi Iran waktu untuk mengevaluasi kemampuan serangan dan pertahanan lawan.

You can share this post!