Prediksi Hendri Satrio: Dominasi Prabowo di Pilpres 2029 dan Strategi Penantang
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pengamat politik Hendri Satrio melontarkan tiga prediksi besar terkait dinamika Pilpres 2029, mulai dari dominasi Prabowo Subianto yang dinilai sulit ditandingi, hingga kemungkinan lawan politik hanya sekadar membangun panggung untuk masa depan.
Analisis itu disampaikan Hendri dalam program Gaspol di kanal YouTube Kompas.com, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, peta politik Pilpres 2029 berpotensi tidak seimbang karena kuatnya posisi Prabowo sebagai petahana.
“Memang per hari ini agak sulit cari penantangnya Pak Prabowo. Kalaupun ada penantangnya pasti mereka wait and see dulu,” kata Hendri.
Berikut tiga prediksi Hendri Satrio soal Pilpres 2029:
1. Dominasi Prabowo Sulit Dibendung
Hendri menilai tingkat kesukaan publik terhadap Prabowo saat ini menjadi faktor kunci yang memperkuat peluangnya kembali menang.
Program-program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat dinilai menjadi modal politik besar.
“Biasanya tingkat kesukaan kepada presiden itu tinggi. Dari zaman Susilo Bambang Yudhoyono belum pernah ada incumbent yang gagal dua periode,” ujarnya.
Situasi ini membuat calon penantang harus berpikir realistis sebelum memutuskan maju.
2. Penantang Maju Bukan untuk Menang
Hendri memprediksi, sejumlah ketua umum (Ketum) partai politik seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Demokrat, Bahlil Lahadalia dari Golkar, Zulkifli Hasan (Zulhas) dari PAN hingga Muhaimin Iskandar dari PKB tetap berpeluang maju. Namun, tujuan utamanya bukan untuk mengalahkan Prabowo.
Sebaliknya, Pilpres 2029 bisa menjadi ajang menabung modal politik untuk kontestasi berikutnya.
“Kalaupun ada penantang yang maju itu dia pasti preparation untuk 2034. Jadi dia nabung elektabilitas sama nabung popularitas aja,” kata Hendri.
Ia menegaskan, peluang mengalahkan petahana dalam kondisi tingkat kepuasan publik tinggi sangat kecil.
3. Pilpres Jadi Ajang ‘Berburu Panggung’
Hendri juga menyebut Pilpres bisa dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan popularitas secara nasional.
Menurut dia, kehadiran dalam kontestasi Pilpres otomatis memberikan eksposur besar kepada kandidat.




