Pertumbuhan Penumpang Internasional Asia Pasifik Capai 35,5 Juta di Januari 2026
Sumber Foto: IndoAviation Plus
Internasional

Pertumbuhan Penumpang Internasional Asia Pasifik Capai 35,5 Juta di Januari 2026

IndoAviation Plus – Mengawali tahun 2026, langit di kawasan Asia Pasifik tampak semakin sibuk. Seiring dengan perputaran roda ekonomi global yang kian mantap, antusiasme masyarakat untuk bepergian serta tingginya aktivitas logistik menunjukkan tren awal tahun yang sangat positif.

Berdasarkan data awal bulan Januari yang dirilis oleh Asosiasi Maskapai Penerbangan Asia Pasifik (AAPA), maskapai-maskapai di kawasan ini telah menerbangkan tak kurang dari 35,5 juta penumpang internasional di sepanjang bulan pertama.

Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menariknya, pencapaian ini diraih meski tanpa dorongan lonjakan penumpang dari libur Tahun Baru Imlek, yang pada tahun 2025 lalu jatuh di akhir bulan Januari.

Gairah untuk terbang ini sejalan dengan meningkatnya fasilitas dan pilihan yang tersedia bagi para pelancong. Menguatnya nilai tukar beberapa mata uang negara Asia turut menjadi katalis yang meringankan langkah masyarakat untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Di sisi lain, perluasan jaringan penerbangan antarnegara membuat para wisatawan memiliki pilihan rute yang lebih beragam.

Dari sisi metrik operasional, permintaan penumpang yang dihitung berdasarkan revenue passenger kilometres (RPK) naik sebesar 3,3 persen. Sementara itu, kapasitas kursi yang disediakan maskapai tumbuh lebih tinggi di angka 4,6 persen, sehingga rata-rata tingkat keterisian penumpang (load factor) berada di angka 82,8 persen.

Denyut nadi industri penerbangan nyatanya tak hanya berpusat di kabin penumpang. Di ruang kargo, geliat aktivitas manufaktur global di awal tahun turut mendongkrak pengiriman udara.

Tingginya permintaan terhadap barang konsumsi maupun barang setengah jadi, ditambah dengan pengiriman ekstra sebelum banyak pabrik tutup untuk libur panjang, membuat permintaan kargo udara internasional—yang diukur dalam freight tonne kilometres (FTK)—melonjak 5,9 persen pada Januari. Peningkatan ini diimbangi dengan tambahan kapasitas kargo sebesar 4,9 persen, yang berhasil mengerek tingkat keterisian kargo rata-rata menjadi 56,1 persen.

Direktur Jenderal AAPA, Subhas Menon, melihat pencapaian ini sebagai momentum yang menjanjikan. “Tahun ini diawali dengan langkah yang positif bagi maskapai-maskapai Asia. Pasar penumpang maupun kargo internasional terus menjaga momentum pertumbuhannya hingga memasuki tahun 2026, melanjutkan keberhasilan yang telah diraih tahun lalu,” ungkapnya.

Menon juga menyoroti bahwa pergeseran dinamika rantai pasok global turut berkontribusi dalam menjaga tingginya permintaan pengiriman produk-produk buatan Asia melalui jalur udara.

Menatap sisa tahun ini, gambaran industri penerbangan terlihat cukup cerah dengan ditopang kondisi ekonomi global yang relatif solid. Meski begitu, para pelaku industri tetap harus bersiap menghadapi beberapa ‘turbulensi’ yang mungkin terjadi. Ketidakpastian arah geopolitik dan perdagangan, persaingan bisnis yang semakin tajam, serta biaya operasional yang tetap tinggi akan menjadi tantangan maskapai dalam menjaga efisiensi dan pundi-pundi keuntungan mereka ke depan.

Foto: BKIP Kemenhub.