Pentingnya Jurnalisme Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Sumber Foto: RRI.co.id
Pintu Informasi

Pentingnya Jurnalisme Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kendari, 29 November 2025 – Dalam sebuah dialog interaktif yang diselenggarakan oleh RRI Pro 1 Kendari, perhatian terhadap jurnalisme inklusif bagi anak berkebutuhan khusus menjadi topik utama. Kepala UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Nurhaeni Haeba, S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog, menegaskan pentingnya media dalam menyampaikan informasi yang empatik dan akurat.

Nurhaeni menyatakan bahwa cara media memberitakan anak berkebutuhan khusus memiliki pengaruh besar terhadap persepsi publik. "Media adalah pintu informasi bagi masyarakat. Ketika jurnalisme tidak inklusif, maka pesan yang diterima publik bisa keliru dan bahkan memperkuat diskriminasi," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jurnalisme yang baik harus memahami keberagaman kondisi anak berkebutuhan khusus, mulai dari hambatan intelektual, perkembangan, sensorik, hingga fisik. Kesalahan dalam penggunaan istilah atau narasi dapat berdampak negatif pada penerimaan sosial anak dan keluarganya.

"Jurnalis perlu memastikan bahwa anak tidak dijadikan objek sensasi. Fokusnya bukan pada keterbatasan, tetapi pada potensi, prestasi, dan lingkungan yang mendukung mereka," tambah Nurhaeni.

Ia juga mengapresiasi tema inklusivitas yang diangkat dalam diskusi tersebut, sebagai langkah maju bagi dunia jurnalistik daerah. Diharapkan, para pekerja media di Sulawesi Tenggara dapat lebih memahami pentingnya membangun narasi pemberdayaan bagi anak berkebutuhan khusus dan bukan sekadar menyampaikan informasi.