Penggabungan Dua Sekolah di Blondo Terkait Pembangunan Gerbang Kalpataru
Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang akan melakukan penggabungan dua sekolah dasar, yaitu SDN 1 Blondo Mungkid dan SDN 3 Blondo Mungkid, menjadi satu entitas yang akan dinamakan SDN Blondo. Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana pembangunan Gerbang Kalpataru di kawasan Blondo, yang merupakan bagian dari program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin, penggabungan sekolah ini diperlukan karena lokasi bangunan SDN 1 Blondo akan terintegrasi dalam pembangunan gerbang yang menjadi akses utama menuju kawasan pariwisata Borobudur. "Kedua sekolah tersebut akan diregrouping, dan namanya tidak lagi SDN 3 Blondo, tapi angkanya dihilangkan menjadi SDN Blondo. Untuk menampung siswa dari SDN 1 Blondo, bangunan SDN 3 Blondo masih mencukupi," ujar Aziz.
Pembangunan Gerbang Kalpataru di Blondo sudah dimulai, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan, Prasarana, Permukiman Wilayah Satu BBPW Jateng pada Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Dwiatma Singgih Raharja Sabaris. "Proses pembangunan sudah mulai, sudah tanda tangan kontrak pelaksana pada 7 Oktober 2020. Sudah dilakukan tahap pengukuran, pemasangan patok-patok dan segera dipagari dan pembangunan langsung dilaksanakan," ungkap Singgih.
Pembangunan ini mencakup empat gerbang di beberapa titik strategis. Gerbang Kalpataru akan dibangun di pertigaan Blondo, yang akan menjadi ikon bagi wisatawan yang datang dari arah Semarang. Selain itu, akses wisatawan dari Yogyakarta akan memiliki gerbang dengan ikon Singa di Palbapang, sedangkan di Kembang Limus Borobudur akan didirikan gerbang dengan ikon Gajah. Terakhir, di perbatasan Kabupaten Magelang dan Kulonprogo di Klangon, akan didirikan gerbang dengan ikon Samudera Raksa (Kapal Pinisi).




