Pemkot Jayapura Siapkan Asrama Port Numbay untuk ODGJ
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kota Jayapura, Papua menyiapkan Asrama Port Numbay untuk difungsikan sebagai rumah singgah bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang akan dikelola oleh Dinas Sosial setempat.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo di Jayapura, Sabtu, mengatakan rumah singgah tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas penampungan ODGJ yang selama ini masih dihadapi oleh pemerintah daerah setempat.
"Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada seluruh masyarakat termasuk ODGJ," katanya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya bagi keluarga agar tidak merasa malu apabila memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa tetapi harus berjiwa besar dan merawat mereka.
"Dengan perhatian dan kasih sayang maka ada harapan untuk pemulihan," ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara mengatakan pihaknya telah mendata dan jumlah ODGJ di Kota Jayapura hampir mencapai 50 orang.
"Dari jumlah tersebut 38 orang teridentifikasi tersebar di sejumlah titik di Kota Jayapura dengan kategori agresif dan nonagresif," katanya.
Dia menjelaskan rumah singgah yang disiapkan pemerintah daerah mulai difungsikan pada Maret 2026 sehingga diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan terpadu.
"Setelah ODGJ dijaring dan dirawat selama dua hingga tiga minggu selanjutnya akan ditempatkan di rumah singgah untuk penanganan lanjutan," ujarnya.
Dia menambahkan fasilitas ini juga akan difungsikan untuk lansia terlantar, anak jalanan, serta korban penyalahgunaan narkoba.
Pada 2025 Dinas Sosial telah menangani semua ODGJ namun belum adanya rumah singgah maka sebagian kembali ke jalan karena tidak diterima oleh keluarganya.




