Portal News Day - BERITAKALTIM.CO-Upaya penanganan banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal memasuki babak baru. Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 56 miliar melalui APBN tahun 2026 untuk kegiatan pengerukan DAS Ampal, khususnya di area belakang Pasar Segar.
Menurut Bagus, bantuan tersebut menjadi langkah strategis dalam mengurangi risiko genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Ampal dan sekitarnya saat curah hujan tinggi.
“Tahun 2026 ini ada dukungan APBN untuk pengerukan DAS Ampal, nilainya sekitar Rp56 miliar. Ini kita fokuskan di wilayah belakang Pasar Segar,” ujarnya, pada hari Rabu, 4 Maret 2026.
Pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai yang selama ini mengalami sedimentasi cukup tinggi. Endapan lumpur dan penyempitan alur sungai disebut menjadi salah satu faktor utama meluapnya air saat hujan deras.
Dengan normalisasi tersebut, diharapkan aliran air menjadi lebih lancar dan mampu menekan potensi banjir di wilayah padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi.
DAS Ampal sendiri merupakan salah satu titik rawan banjir di Kota Balikpapan, karena posisinya yang berada di kawasan hilir serta dikelilingi permukiman dan area komersial.
Bagus menegaskan, dukungan anggaran dari APBN menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap persoalan banjir di Balikpapan. Pemkot akan mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Selain pengerukan, pemerintah daerah juga tetap melanjutkan upaya pendukung seperti perbaikan drainase lingkungan, pengendalian pembangunan di sempadan sungai, serta edukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke aliran air.
Penanganan banjir di Balikpapan, kata Bagus, dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. DAS Ampal menjadi salah satu prioritas karena dampaknya yang luas terhadap aktivitas warga.
“Ini bagian dari komitmen kita menuntaskan persoalan banjir secara sistematis. Dukungan pusat melalui APBN tentu sangat membantu percepatan,” tegasnya.
Dimulainya pengerukan pada 2026, Pemkot Balikpapan berharap kapasitas sungai meningkat signifikan sehingga risiko genangan di kawasan Ampal dapat ditekan dan masyarakat merasakan dampak langsung dari program pengendalian banjir tersebut.(*)