Pemkot Balikpapan Ajukan Revitalisasi Pasar Inpres ke Kementerian Perdagangan
Ekonomi

Pemkot Balikpapan Ajukan Revitalisasi Pasar Inpres ke Kementerian Perdagangan

Portal News Day - Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan memperjuangkan pembangunan revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur hingga ke pemerintah pusat. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud melakukan presentasi kepada Menteri Perdagangan Budi Santoso, Selasa (3/3).

Tidak sendiri, Rahmad bertandang ke Kantor Kementerian Perdagangan didampingi oleh OPD teknis terkait. Seperti Dinas Perdagangan, Bappeda Litbang, BKAD, dan sebagainya.

Ini harus dilakukan pemerintah kota agar rencana pembangunan ulang Pasar Inpres tetap bisa terealisasi. Sebab dengan kemampuan APBD saat ini sangat sulit untuk bisa terwujud.

Sebelumnya Dinas Perdagangan sudah menyusun detail engineering design (DED). Namun untuk eksekusi pembangunan masih terkendala kemampuan keuangan daerah.

“Pertemuan dengan menteri ini upaya kami agar berharap ada bantuan keuangan provinsi atau pemerintah pusat,” ungkap Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Selasa (3/3).

Dia menjelaskan, jika melihat kondisi APBD Balikpapan tampaknya sangat sulit karena mengalami keterbatasan. Sebagai solusi, dia meminta Bappeda Litbang untuk menyiapkan list proyek-proyek yang memiliki DED.

Selanjutnya bisa melobi pembangunan memanfaatkan dana di luar dari APBD kota. “Mana proyek yang bisa menggunakan APBD provinsi, APBN, atau bantuan keuangan lainnya,” imbuhnya.

Termasuk mencari bantuan dari Kementerian Perdagangan. Gayung bersambut dengan Pemkot Balikpapan diminta melakukan penyampaian revitalisasi Pasar Inpres dan Pasar Penampungan A.

“Mudah-mudahan kita dapat bantuan APBN untuk proses pembangunan 2027. Estimasi anggaran kalau tidak salah sekitar Rp 100 miliar,” bebernya. Pasar Inpres nanti akan terdiri dari beberapa lantai.

Selain menjadi lokasi berburu cinderamata khas Kalimantan, nantinya tersedia fasilitas pendukung. Seperti arena bermain, ekraf, dan wisata kuliner dalam satu gedung tersebut.

“Sebelum membuat DED, Dinas Perdagangan juga sudah minta masukan kepada pedagang,” imbuhnya. Artinya desain ini sudah sesuai dengan masukan dan saran pedagang di sana. (ang/adv diskominfo Balikpapan)

You can share this post!