Pemkab Lebak Jalin Kerja Sama dengan PT TBU untuk Inovasi Pengolahan Sampah
Sumber Foto: RRI.co.id
Teknologi

Pemkab Lebak Jalin Kerja Sama dengan PT TBU untuk Inovasi Pengolahan Sampah

Portal News Day - RRI.CO.ID, Lebak - Pemkab Lebak, menerima audiensi dari PT. Tehnik Bina Usaha mengenai tehnologi pengelolaan sampah. Pertemuan ini dipimpin oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Jumat 27 Februari 2026. Audiensi ini menjadi bagian dari upaya penjajakan kerja sama dalam mendukung peningkatan pengelolaan sampah di Kabupaten Lebak.

Pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta guna menghadirkan solusi inovatif di bidang lingkungan hidup. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapperida Kabupaten Lebak. Kehadiran keduanya menandakan keseriusan pemerintah daerah dalam membahas rencana penerapan teknologi pengolahan sampah secara komprehensif.

Perwakilan PT. Teknik Bina Usaha, Arif Nugroho, memaparkan konsep dan sistem teknologi pengolahan sampah yang ditawarkan. Ia menjelaskan teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi volume sampah secara signifikan serta memiliki nilai tambah ekonomis.

“Kami menawarkan sistem pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan efisien, dengan proses yang mampu mengurangi residu serta berpotensi menghasilkan energi alternatif,” ujar Arif Nugroho.

Menurut Arif, penerapan teknologi modern dalam pengelolaan sampah menjadi kebutuhan mendesak, terutama di daerah yang terus mengalami peningkatan volume sampah setiap tahunnya. Ia menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat penting agar implementasi berjalan optimal.

Pj. Sekda Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, menyambut baik paparan yang disampaikan pihak perusahaan. Ia menyampaikan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu tantangan pembangunan daerah yang membutuhkan solusi berkelanjutan.

“Kami menyambut baik setiap inovasi yang dapat membantu pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah. Namun tentu perlu dilakukan kajian mendalam agar teknologi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah,” kata Halson Nainggolan.

Ia menegaskan aspek lingkungan, sosial, dan pembiayaan harus menjadi pertimbangan utama sebelum merealisasikan kerja sama. Pemerintah daerah, lanjutnya, tidak ingin terburu-buru tanpa perencanaan matang.

Halson juga meminta perangkat daerah terkait untuk melakukan telaah teknis dan studi komparatif terhadap daerah lain yang telah menerapkan teknologi serupa. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas serta keberlanjutan program.

“Kami akan meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Bapperida untuk mengkaji secara teknis, termasuk melihat aspek manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika menyampaikan, pihaknya terus berupaya meningkatkan sistem pengelolaan sampah, baik dari sisi pengurangan, pemilahan, hingga pemrosesan akhir. Inovasi teknologi dinilai dapat menjadi pelengkap sistem yang sudah berjalan. Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan terbuka.

Kedua belah pihak saling bertukar pandangan terkait peluang, tantangan, serta mekanisme kerja sama yang memungkinkan untuk diterapkan di Kabupaten Lebak. Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam menghadirkan solusi pengolahan sampah yang efektif, ramah lingkungan, serta berkelanjutan demi mewujudkan Kabupaten Lebak yang lebih bersih dan sehat.