Pemilihan Presiden Barcelona: Nostalgia dan Ambisi Menuju Masa Depan
Sumber Foto: Kompasiana.com
Nasional

Pemilihan Presiden Barcelona: Nostalgia dan Ambisi Menuju Masa Depan

Portal News Day - Menuju pemilihan presiden klub di bulan Maret 2026, Barcelona berada di titik persimpangan, antara masa lalu, masa kini, dan masa depan klub. Situasi ini muncul, karena kandidat-kandidat yang bersaing memang membawa beragam ide program.

Joan Laporta kembali bersiap mencalonkan diri. Sang petahana bahkan sudah langsung menghadirkan arah baru buat masa depan Azulgrana, dengan keputusannya menarik diri dari proyek ambisius Liga Super Eropa. Alhasil, hanya tersisa Real Madrid saja yang masih bertahan.

Sosok asli Catalonia ini juga sudah terbukti bisa memimpin Barca di masa krisis keuangan kronis, bahkan membawa klub meraih prestasi di La Liga. Pada masa lalu, ia juga jadi presiden klub, saat era tiki-taka mekar antara 2003-2010.

Selain itu, sang advokat juga mencetuskan ide mempertahankan Hansi Flick di kursi pelatih. Bisa dibilang, ini akan proyek berorientasi masa kini dan masa depan.

Tapi, nuansa nostalgia juga ikut hadir, dengan rencana kandidat lain, yakni Marc Ciria dan Victor Font, untuk mendatangkan kembali Lionel Messi ke Catalonia.

Secara politis, mereka sama-sama memanfaatkan langkah Laporta, yang terpaksa membiarkan Si Kutu pergi tanpa perpisahan yang layak tahun 2021 silam. Kala itu, krisis keuangan kronis membuat klub tak punya pilihan.

Terbukti, Victor Font menyebut rencana menjadikan Messi Presiden Kehormatan Klub, sebuah posisi yang dulu pernah dijabat Johan Cruyff tahun 2010. Uniknya, momen itu justru terjadi di periode pertama Joan Laporta sebagai presiden klub Barcelona.

Font bahkan juga berencana mendatangkan Erling Haaland (Manchester City) dan Julian Alvarez (Atletico Madrid) ke Barcelona. Sebuah ide transfer mahal yang terbilang ambisius.

Kandidat lain, yakni Xavier Villajoana, juga berencana mendatangkan Harry Kane (Bayern Munich) untuk menggantikan Robert Lewandowski yang sudah di ujung masa kontrak.

Langkah-langkah ini terbilang populis, karena mencoba memainkan sisi sentimental suporter, dan menjawab kebutuhan klub, khususnya di pos penyerang tengah. Kebetulan, Lewandowski juga sudah berusia 38 tahun di tahun 2026.