Pembangunan Gerbang Singa Sambut Wisatawan di Borobudur
Sumber Foto: Berita Magelang
Gerbang Berita

Pembangunan Gerbang Singa Sambut Wisatawan di Borobudur

Pemerintah Kabupaten Magelang tengah mempersiapkan infrastruktur untuk menyambut kedatangan wisatawan di Borobudur, yang ditetapkan sebagai destinasi super prioritas. Salah satu langkah yang diambil adalah pembangunan Gerbang Singa di Keprekan Palbapang, Kecamatan Mungkid. Selain itu, beberapa gerbang lain juga akan dibangun sebagai akses menuju Borobudur, termasuk di Blondo Mungkid, Kembanglimus, dan Klangon di Kulonprogo, DIY. Pembangunan ini sejalan dengan rencana pembangunan jalan tol dari Bawen ke Yogyakarta.

Kepala Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang, Sugiyono, menjelaskan bahwa nama Gerbang Singa diambil dari relief yang ada di Candi Borobudur, yang melambangkan kekuatan, keberanian, dan kebesaran. Gerbang ini akan dilengkapi dengan sebuah patung singa yang menarik.

Pembangunan Gerbang Singa direncanakan dimulai pada tahun 2020. Sugiyono menyatakan belum dapat memastikan apakah seluruh gerbang akan dibangun secara bersamaan. Namun, ia menekankan pentingnya aksesibilitas, terutama dengan adanya exit tol yang akan terhubung ke salah satu pintu gerbang.

Setelah Gerbang Singa selesai dibangun, diharapkan akan ada pengembangan anjungan cerdas di sekitar lokasi. Rencana ini telah dimasukkan dalam Perpres 79 tahun 2019, yang menunjukkan bahwa usulan dari Kabupaten Magelang telah mendapatkan persetujuan.

Anjungan cerdas tersebut direncanakan mencakup terminal besar atau kelas A, stasiun kereta api, fasilitas amenitas wisata, serta pusat informasi digital. Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung ke Borobudur diharapkan dapat turun di terminal besar yang terletak dekat Gerbang Singa, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi yang disediakan.

Beberapa alternatif transportasi untuk mengangkut wisatawan ke Borobudur sedang dipertimbangkan, termasuk kereta api wisata, kendaraan kecil, atau kereta gantung (gondola). Sugiyono menyebutkan bahwa tiga opsi tersebut mungkin akan diimplementasikan secara bersamaan, atau salah satu dari dua opsi, sesuai hasil diskusi dengan konsultan yang terlibat.

Pembangunan anjungan cerdas ini melibatkan kerja sama antara pemerintah pusat dan pihak ketiga, sementara Pemkab Magelang akan berfokus pada aspek perizinan. Selain fasilitas transportasi, anjungan cerdas juga akan menyediakan area untuk wisata belanja yang rekreatif, sehingga dapat menarik lebih banyak pengunjung dan menjadi wilayah penyangga untuk Borobudur.

Dengan berbagai pembangunan ini, target kunjungan wisatawan asing ke Candi Borobudur pada tahun 2020 sebanyak 2 juta orang diharapkan dapat tercapai. Hal ini juga sejalan dengan upaya untuk menjaga keberlanjutan Borobudur sebagai warisan budaya dunia dan menyebarkan keramaian ke area sekitarnya, sesuai dengan teori pembangunan yang digagas oleh Presiden Jokowi, di mana pembangunan dimulai dari pinggiran.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di wilayah Palbapang, Blondo, Kembanglimus, dan Klangon, serta menghidupkan desa-desa yang dilintasi jalur menuju Borobudur.