Pembangunan Empat Gerbang Masuk Kawasan Borobudur Dimulai
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kawasan Borobudur sebagai destinasi wisata super prioritas dengan membangun empat gerbang gapura pintu masuk. Gerbang-gerbang tersebut akan terletak di Blondo Mungkid, Palbapang Mungkid, Kembanglimus Borobudur, dan Klangon Borobudur.
Proyek pembangunan gerbang Klangon telah dimulai dengan progres mencapai 25 persen. Sementara itu, tiga gerbang lainnya direncanakan untuk mulai dibangun secara serentak pada awal Oktober mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah Satu BBPW Jateng, Dwiatma Singgih Raharja Sabaris, dalam rapat koordinasi penataan kawasan Borobudur di Manohara Hotel.
Desain dan Tema Gerbang
Setiap gerbang dirancang dengan tema yang diambil dari relief Candi Borobudur. Gerbang Kembanglimus akan berbentuk gajah, gerbang Klangon mengusung tema Kapal Samudra Raksa, gerbang Palbapang bertema singa, dan gerbang Blondo mengambil tema pohon Kalpataru.
Aksesibilitas dan Anggaran Pembangunan
Keempat gerbang tersebut berjarak antara 7 km hingga 8 km dari titik Candi Borobudur, dan dirancang untuk menangkap pengunjung dari berbagai arah. Gerbang Blondo akan mengakses wisatawan dari arah Semarang, Palbapang dari arah Yogyakarta, Klangon dari arah Kulon Progo, dan Kembanglimus dari arah Purworejo. Pembangunan gerbang gapura ini memerlukan anggaran sebesar 118 milyar Rupiah.
Rencana Pengembangan Lainnya
Selain pembangunan gerbang, Singgih juga mengungkapkan rencana untuk membangun jembatan Skywalk yang akan melintasi Sungai Progo sebagai penghubung antara Candi Pawon dan Candi Mendut. Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk menarik lebih banyak wisatawan dan mengurangi beban kunjungan di Candi Borobudur, sehingga pengunjung dapat lebih tersebar dan tidak terfokus hanya di satu lokasi.
Ke depan, pemerintah juga berencana untuk menata pedagang dan area parkir yang akan dipindahkan ke lapangan Kujon. Selain itu, diharapkan akan ada pengembangan pusat kesenian untuk masyarakat setempat. Konsep ini bertujuan untuk meratakan keramaian dan memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati kesenian daerah di lapangan Kujon yang akan dibentuk menjadi Kampung Seni Kujon. Pemerintah juga akan membina para pedagang souvenir dan oleh-oleh agar dapat menyediakan produk berkualitas dan menerapkan cara berdagang yang baik.




