Peluncuran Platform Read Indonesia: Upaya Promosi Sastra Nasional ke Pentas Global
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan telah meluncurkan platform digital bernama Read Indonesia, yang diharapkan menjadi jembatan bagi karya sastra nasional untuk dikenal di kancah internasional. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan bahwa peluncuran ini menandai komitmen negara dalam mempromosikan sastra Indonesia secara terencana dan bertanggung jawab.
Platform Read Indonesia menyajikan informasi terintegrasi mengenai karya sastra, profil penulis, festival sastra, serta capaian dan penghargaan yang diraih, sehingga dapat menjadi referensi bagi publik global. Fadli menegaskan bahwa penguatan promosi sastra sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menekankan pentingnya peran negara dalam memajukan kebudayaan nasional.
“Salah satu upaya memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia adalah melalui promosi kebudayaan, dan sastra merupakan bagian penting dari upaya tersebut,” ungkap Fadli. Ia juga menjelaskan bahwa meskipun sastra Indonesia memiliki potensi besar, tantangan utamanya adalah kurangnya pengenalan di tingkat internasional, terutama karena keterbatasan dalam penerjemahan dan jejaring global.
Fadli menambahkan, Platform Read Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai instrumen strategis yang perlu didukung oleh kebijakan kurasi yang kuat dan program penerjemahan yang konsisten. “Platform ini adalah langkah awal, bukan tujuan akhir,” tegasnya.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T. D. Retnoastuti, menjelaskan bahwa keberadaan platform ini adalah respons terhadap kebutuhan akan ruang terintegrasi untuk mempromosikan sastra Indonesia. “Karya-karya sastra Indonesia begitu kaya, tetapi belum memiliki satu ruang terintegrasi untuk promosi,” ujarnya.
Platform Read Indonesia merupakan inisiatif yang dikelola oleh Direktorat Promosi Kebudayaan dan diharapkan dapat mendorong keikutsertaan penulis dan penerbit Indonesia dalam berbagai forum sastra internasional. Sejak awal tahun 2025, telah dibentuk Tim Promosi Sastra untuk merancang langkah-langkah promosi dari hulu ke hilir.
Kehadiran platform ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan sistem promosi sastra nasional yang lebih terencana, berkelanjutan, dan berorientasi internasional.




