Peluncuran Gerbang Sik Asik di Sleman untuk Pengolahan Sampah Organik
Sleman Luncurkan Inisiatif Pengelolaan Sampah Organik
Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, baru-baru ini meluncurkan program yang disebut "Gerbang Sik Asik". Inisiatif ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah organik di wilayah tersebut melalui gerakan bersama dalam pemilahan dan pengolahan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Epiphana Kristiyani, menjelaskan bahwa tujuan dari peluncuran program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang baik dan benar. "Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam memilah dan mengolah sampah dengan tepat," ujarnya.
Epiphana juga menegaskan bahwa tempat pembuangan sampah di Sleman sudah mencapai batas kapasitas. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk sepakat dalam upaya memilah sampah, di mana hanya residu yang akan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). "Kami melarang depo sampah menerima sampah organik; hanya sampah anorganik yang diperbolehkan," tambahnya.
Dukungan dari Pjs Bupati Sleman
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sleman, Kusno Wibowo, memberikan apresiasi terhadap peluncuran program ini. Ia berharap inisiatif "Gerbang Sik Asik" dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam pengelolaan sampah dan memperluas wawasan mereka mengenai pengelolaan persampahan secara mandiri.
Kusno menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama di tengah krisis lingkungan hidup yang meliputi perubahan iklim, kerusakan alam, penurunan biodiversitas, serta polusi dan limbah. Ia mencatat bahwa volume sampah di Sleman mencapai lebih dari 500 ton per hari, dan hal ini dapat diminimalisir dengan mengubah pola pikir bahwa tidak semua sampah harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
"Kesadaran semua pihak diperlukan untuk mengurangi volume sampah dari sumbernya. Kami mengimbau masyarakat untuk memilah sampah berdasarkan jenis agar dapat diolah kembali," ujar Kusno. Ia juga mendorong penggunaan kemasan dan produk ramah lingkungan serta penerapan prinsip reduce, reuse, recycle.
"Kami berharap seluruh masyarakat dapat menjadi pionir dalam pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan. Mari kita ciptakan budaya bijak dalam mengurangi residu sampah," pungkas Kusno.




