Peluang Beasiswa dan Studi di Malaysia untuk Pelajar Kalimantan Selatan
Banjarmasin, Kalimantan Selatan – Pelajar di Kalimantan Selatan kini memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri, khususnya Malaysia. Dalam rangka seminar dan pameran pendidikan bertajuk "Ayo Kuliah di Malaysia 2026" yang diadakan di Rattan Inn Hotel pada Jumat (1/5), perwakilan dari Pemerintah Malaysia menyampaikan informasi mengenai jalur studi yang terjangkau dan legal, termasuk dua program beasiswa internasional yang ditawarkan, yaitu Malaysia International Scholarship (MIS) dan Malaysia Technical Cooperation Programme (MTCP).
Kegiatan ini dihadiri oleh Education Malaysia Global Services (EMGS) yang diwakili oleh Megat Mohd Samsul, Head Southeast Asia & Oceania, serta Puan Shafieza binti Md Fadzil, Penasihat Pendidikan dari Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta. Ketika memberikan sambutannya, Puan Shafieza menekankan bahwa Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi berkomitmen untuk membuka akses pendidikan bagi pelajar Indonesia, terutama pada jenjang pascasarjana melalui MIS dan MTCP, yang dibuka setahun sekali.
“Biaya hidup di Malaysia terbilang rendah. Mahasiswa dari Indonesia tidak perlu khawatir karena masih sangat terjangkau,” ungkapnya. Ia juga menjelaskan bahwa kebutuhan makan harian mahasiswa berkisar antara 10 hingga 25 ringgit. Tersedia pilihan hunian baik dalam bentuk asrama kampus maupun rumah sewa di sekitar universitas. Uang kuliah rata-rata berkisar antara 1.000 hingga 3.000 ringgit per semester, dengan program kedokteran yang lebih tinggi, yakni 3.000 hingga 5.000 ringgit.
Program studi yang ditawarkan mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, akuntansi, perbankan Islam, hingga teknologi terapan seperti kecerdasan buatan (AI) dan robotika, yang saat ini menjadi fokus Malaysia.
Seminar ini menyasar siswa SMA/SMK, guru bimbingan konseling, orang tua, serta masyarakat umum. Peserta diharapkan membawa nilai rapor mereka untuk konsultasi langsung dengan perwakilan kampus terkait syarat penerimaan, estimasi biaya, serta prosedur pengurusan dokumen studi dan visa pelajar melalui EMGS.
Ketua MGBK Banjarmasin, Emmy Norhayani, menilai bahwa forum ini penting untuk memastikan bahwa informasi studi luar negeri yang diperoleh siswa adalah akurat dan resmi. “Kegiatan seperti ini membantu guru BK memberikan arahan studi lanjut tanpa melalui perantara yang tidak jelas,” ujarnya.
Selain beasiswa penuh MIS dan MTCP, beberapa universitas swasta di Malaysia juga menawarkan potongan biaya kuliah antara 50 hingga 80 persen berdasarkan prestasi akademik.
Sosialisasi di Berbagai Kota
Sebelum di Banjarmasin, sosialisasi telah dilakukan di beberapa kota lain seperti Pontianak, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Makassar, dan Manado, dan akan berlanjut ke Padang. Program ini merupakan pelaksanaan perdana setelah terakhir diadakan pada 2020.
Pihak penyelenggara, PT Nizwa Pratama, yang merupakan perwakilan resmi EMGS di Indonesia, menjelaskan bahwa Malaysia menjadi salah satu destinasi pendidikan favorit bagi pelajar Indonesia karena kedekatan geografis, kesamaan budaya, biaya yang terjangkau, serta kualitas universitas yang diakui secara internasional.
Salah satu peserta, Fathiah Jiahani, siswi SMAN 1 Marabahan, menyatakan ketertarikan untuk melanjutkan studi ke Malaysia dengan alasan biaya hidup yang lebih murah dan tersedianya asrama yang terjangkau, serta keinginan untuk mencoba jurusan yang berbeda.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap agar pelajar Kalimantan Selatan memahami jalur resmi untuk studi ke Malaysia sejak dini, serta memberikan rujukan informasi yang valid bagi guru bimbingan konseling dan orang tua. Selain itu, diharapkan juga lebih banyak pelajar yang dapat mengakses beasiswa MIS dan MTCP serta skema keringanan berbasis prestasi, dengan proses keberangkatan yang aman, legal, dan terarah melalui EMGS.




