Portal News Day - Kapal peti kemas Mediterranean Shipping Company (MSC) Aria III yang berukuran lebih dari 200 meter telah sandar di dermaga Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Kejadian ini menandai dimulainya fase baru pembangunan ekosistem logistik nasional yang terintegrasi dengan jaringan perdagangan global.
Kapal MSC Aria III datang dari Singapura dan akan melanjutkan pelayaran ke Laem Chabang (Thailand) serta tiga pelabuhan utama di China: Shekou, Ningbo, dan Shanghai. Ini merupakan layanan perdana peti kemas internasional di Pelabuhan Patimban.
Keberadaan pelabuhan yang efisien dan terhubung menjadi penting dalam menarik investasi dan meningkatkan daya saing nasional. Senior Vice President International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA), Yukki Nugrahawan Hanafi, menilai kedatangan layanan kontainer reguler internasional di Patimban adalah penanda terbentuknya ekosistem logistik yang akan mempengaruhi daya saing Indonesia dalam perdagangan global. Ia menekankan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memerlukan jaringan pelabuhan yang saling terintegrasi untuk melayani arus perdagangan internasional secara efisien.
Terminal Peti Kemas Patimban saat ini memiliki luas 10 hektar dan mampu melayani 250.000 TEUs per tahun. Dalam pengembangan jangka panjang, kapasitasnya dirancang untuk mencapai 7,5 juta TEUs dan 600.000 unit kendaraan per tahun. Peningkatan kapasitas dilakukan bertahap, dengan rencana operasional terminal dimulai pada Januari 2026. Pelabuhan Patimban juga telah mengoperasikan terminal kendaraan sejak 2022, yang menangani ekspor dan impor kendaraan. Hingga Juni 2026, Patimban telah menjadi pintu gerbang ekspor bagi 63.086 unit mobil, melampaui volume pengiriman domestik dari pelabuhan lain. Konektivitas darat menuju pelabuhan juga tengah diperbaiki dengan pembangunan jalan tol yang diharapkan dapat memangkas waktu tempuh dari kawasan industri.