PDIP Protes Anggaran Pendidikan, Golkar Tegaskan Keputusan Bulat DPR
Sumber Foto: Inilah.com
Ekonomi

PDIP Protes Anggaran Pendidikan, Golkar Tegaskan Keputusan Bulat DPR

Portal News Day - Riuh protes PDIP menuding dana Makan Bergizi Gratis (MBG) menilep jatah anggaran pendidikan dijawab keras Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar, Yahya Zaini. Diingatkan, alokasi triliunan rupiah itu bukan barang selundupan, melainkan keputusan bulat yang disepakati seluruh fraksi termasuk kubu Banteng Moncong Putih.

Yahya heran jika kini PDIP berteriak soal anggaran pendidikan, padahal saat ketok palu di Badan Anggaran (Banggar) hingga Rapat Paripurna, tak ada satu pun suara protes yang terdengar.

"Semua fraksi di DPR sepakat dengan anggaran MBG yang telah disepakati oleh banggar dan disahkan dalam paripurna DPR sehingga menjadi UU APBN. Termasuk Fraksi PDIP tidak ada yang menolak waktu pembahasan di Banggar dan paripurna. Sehingga menjadi keputusan yang bulat," tegas Yahya saat dihubungi, Jumat (27/2/2026).

"Ketua DPR dari PDIP, Ketua Banggar juga dari PDIP. Mereka semua setuju dengan anggaran MBG," imbuh dia.

Yahya menegaskan Golkar secara institusi tak ikut campur dalam urusan pengelolaan dana tersebut karena sudah menjadi ranah Badan Gizi Nasional (BGN) dan yayasan.

Namun, ia membela urgensi program ini dengan membawa bukti keberhasilan di luar negeri. Menurutnya, Jepang sudah melakukan ini selama 137 tahun, disusul Brasil, Korea Selatan, hingga India.

"Golkar secara insitusi tidak terlibat dalam pengelolaan MBG karena bukan ranah partai politik. Pengelolaan MBG merupakan area kerjasama badan hukum yayasan dengan BGN yang secara luas dikerjakan oleh masyarakat," katanya.

Sebelumnya, nyanyian sumbang datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Fraksi PDIP, MY Esti Wijayati. Ia meradang setelah melihat angka Rp223,5 triliun untuk MBG dicuplik dari total Rp769 triliun anggaran pendidikan nasional.

"Itu juga secara jelas dinyatakan bahwa Rp769 triliun anggaran pendidikan itu di antaranya digunakan untuk MBG sebanyak sebesar Rp223,5 triliun. Itu resmi di dalam buku lampiran APBN," cetus Esti dalam jumpa pers di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Rabu (25/2/2026).