Open House ITB Kampus Jakarta: Menjawab Tantangan Masa Depan Melalui Program Multidisiplin
Sumber Foto: Institut Teknologi Bandung
Gerbang Berita

Open House ITB Kampus Jakarta: Menjawab Tantangan Masa Depan Melalui Program Multidisiplin

Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Jakarta menggelar acara Open House yang bertujuan untuk mendekatkan diri dengan calon mahasiswa, peserta pelatihan, serta mitra ITB di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Salah satu agenda penting dalam acara ini adalah pengantar terkait Program Multidisiplin yang disampaikan oleh Dekan Sekolah Pascasarjana ITB, Prof. Dr. Suprijadi, M. Eng.

Sejak tahun 2023, ITB telah menawarkan sembilan program magister dan satu program doktor multidisiplin. Prof. Suprijadi mencatat bahwa peminat dari program-program ini meningkat, terutama bagi mereka yang memiliki ketertarikan di berbagai bidang keilmuan yang tidak dapat diakses melalui program sarjana.

Beliau menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia dan dunia saat ini sangat cepat dan dinamis, terutama terkait dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, solusi dari masalah-masalah yang ada tidak bisa bersifat monodisiplin, melainkan harus melibatkan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu.

Pentingnya Pendidikan Multidisiplin

Dalam penjelasannya, Prof. Suprijadi menyatakan, "Tantangan perkembangan teknologi itu sangat cepat dan mau tidak mau harus lintas disiplin. Dalam skala nasional, kita melihat ada perubahan orientasi setiap lima tahun sekali, di mana setiap perubahan pemikiran dapat mempengaruhi kebijakan dan struktur organisasi."

Untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks, diperlukan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai bidang keilmuan tertentu, tetapi juga memiliki pengetahuan yang luas. ITB berupaya mengembangkan program-program multidisiplin yang dapat beradaptasi dengan kebutuhan di masa depan.

Program Magister Multidisiplin di ITB

Berikut adalah sembilan Program Magister Multidisiplin yang ditawarkan ITB:

  • Nanoteknologi
  • Design Leadership
  • Sains dan Teknologi Kebencanaan
  • Material Baterai
  • Pendidikan Sains 4.0
  • Teknologi Kesehatan
  • Smart-system (X)
  • Digital Technopreunership
  • Pariwisata Hayati

Prof. Suprijadi menjelaskan bahwa Program Magister Multidisiplin Nanoteknologi dirancang untuk menghadapi tantangan di bidang keilmuan frontier. Program Design Leadership memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mengatasi permasalahan kompleks melalui pendekatan desain.

Program Sains dan Teknologi Kebencanaan dikembangkan khusus untuk menghadapi tantangan bencana yang sering terjadi di Indonesia. Selain itu, Program Material Baterai juga menjadi fokus, mengingat Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral yang besar.

"Melalui Pendidikan Sains 4.0, kita dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan baru di kalangan pengajar di Indonesia," tegasnya.

Program Smart-system (X) muncul sebagai respons terhadap pandemi COVID-19, menekankan pentingnya sistem dukungan di bidang kesehatan. ITB juga bekerja sama dengan fakultas kedokteran untuk mengembangkan teknologi kesehatan yang lebih baik.

Di samping itu, Program Digital Technopreunership dan Pariwisata Hayati dirancang untuk mempromosikan potensi alam Indonesia. ITB berkomitmen untuk mempersiapkan program-program ini dengan matang agar sektor pariwisata di Indonesia dapat berkembang dengan baik.

Dengan adanya berbagai program multidisiplin ini, ITB berharap dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi tantangan masa depan.