Ohana Training Center Resmi Dibuka untuk Pemberdayaan Difabel di Sleman
Sosial

Ohana Training Center Resmi Dibuka untuk Pemberdayaan Difabel di Sleman

Portal News Day - 1. Wadah baru untuk difabel

Risnawati mengharapkan hadirnya Ohana Training Center mendukung upaya-upaya yang telah dilakukan sejak 2012. Seperti penyesuaian kursi roda bagi penyandang difabel, kemudian mendorong akses terbaik untuk anak difabel ganda. “Advokasi harus terus dilakukan, mulai dari persoalan pendidikan, kesehatan, hingga akses berkaitan isu perubahan iklim,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa gedung Ohana Training Center dirancang sebagai ruang inklusif, tidak hanya sebagai pusat pelatihan, tetapi juga wadah pengembangan ekonomi penyandang difabel. Termasuk perempuan difabel agar mampu menjadi pemimpin.

Berbagai layanan diberikan di Ohana Training Center. Mulai dari Ohana Wheelchair Center, layanan kursi roda adaptif, reparasi dan servis kursi roda, konsultasi dan kerja sama program kursi roda. Selain itu juga Ohana Training Center, pelatihan layanan kursi roda adaptif, pelatihan reparasi dan servis kursi roda, pelatihan advokasi kebijakan hak difabel dan eliminasi kekerasan berbasis gender.

Selanjutnya ada Ohana Law Center, yaitu layanan bantuan hukum dan konsultasi hukum. Ada juga Ohana Craft, menyediakan berbagai kerajinan tangan, custom handicraft untuk event, wedding souvenir, dan pelatihan/ kursus handicraft.

2. Bangunan untuk mendukung pemberdayaan disabilitas

Ohana Training Center berdiri di atas tanah seluas 820 meter persegi dengan bangunan yang sudah berdiri 400 meter. Pembangunan Ohana Training Center didukung berbagai pihak seperti BlueScope Indonesia, Bank BPD DIY dan berbagai lainnya. Gedung yang dibangun pun menyesuaikan agar senyaman mungkin untuk difabel.

“Kami berterima kasih atas dukungan para mitra, termasuk BlueScope Indonesia, dalam mewujudkan infrastruktur yang sepenuhnya aksesibel. Dengan fasilitas ini, kami siap memberikan layanan kursi roda adaptif dan pelatihan spesialis dengan standar internasional,” ucap Risnawati.

Government and External Affairs Manager BlueScope Indonesia, Donny Eko Prabowo mengungkapkan gedung ini menjadi bentuk komitmen dalam mendukung inklusivitas. Diharapkan hadirnya gedung ini memberi kemanfaatan termasuk bagi perempuan penyandang difabel.

Dalam proyek ini, BlueScope Indonesia mengambil peran penting dalam menyediakan material bangunan pada bagian selubung bangunan (building envelope). Penggunaan baja lapis BlueScope pada bagian atap dan dinding dipilih karena keunggulannya dalam ketahanan terhadap korosi, efisiensi energi, serta fleksibilitas desain yang memungkinkan terciptanya ruang yang luas dan minim sekat. Aspek ini krusial dalam memastikan mobilitas pengguna kursi roda di dalam gedung tetap maksimal.

“Material yang digunakan tidak hanya memberikan perlindungan jangka panjang terhadap cuaca ekstrem di kawasan Pakem, Sleman, tetapi juga memberikan estetika modern yang mencerminkan semangat inovasi dan pemberdayaan yang diusung oleh Ohana,” ucap Donny.

3. Diharap beri kemanfaatan lebih luas

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan rasa syukurnya dengan kehadiran Ohana di wilayah Sleman. Menurutnya kehadiran Ohana bisa dirasakan kemanfaatannya, terutama bagi difabel. “Semoga membawa manfaat bagi masyarakat dan mewujudkan pemenuhan hak disabilitas,” ucap Danang.

Perwakilan Kraton Yogyakarta, KPH Purbodiningrat menambahkan hadirnya Ohana Training Center tidak hanya sebagai sebuah Gedung bangunan, tetapi wujud pembuktian komitmen bersama memperjuangkan hak difabel.

“Ini simbol wujud kita orang Jogja hamemayu hayuning bawana, menciptakan kehidupan yang adil, inklusif, bermartabat, dan berkelanjutan. Apresiasi untuk Ohana menjadi garda terdepan mendukung kaum disabilitas,” ungkapnya.

You can share this post!