Portal News Day - Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan kondisi jalan provinsi dalam keadaan mantap dan bebas lubang sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026. Saat ini, tingkat kemantapan jalan provinsi berada pada kisaran 79–80 persen, dengan upaya percepatan penambalan lubang dan perbaikan permukaan jalan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memimpin berbagai inisiatif perbaikan jalan sebagai respons terhadap peningkatan volume kendaraan selama mudik. Aditya dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menekankan bahwa kualitas jalan berpengaruh pada kecepatan perjalanan dan keselamatan, namun tantangan utama tetap pada konsentrasi arus kendaraan di titik-titik tertentu, seperti dari pelabuhan menuju Jalan Lintas Sumatera atau akses jalan tol.
Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menyiapkan strategi pengelolaan arus yang lebih komprehensif, termasuk penerapan sistem pengaturan arus dan zona penyangga sebelum kendaraan memasuki area pelabuhan. Skema ini bertujuan untuk mencegah penumpukan kendaraan dan menjaga proses penyeberangan yang tertib. Selain itu, penguatan transportasi massal juga menjadi fokus, dengan harapan bahwa optimalisasi terminal dan angkutan umum antarkota dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang masih mendominasi penggunaan pemudik.
Aditya menegaskan pentingnya fasilitas istirahat yang memadai untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan dan perlunya edukasi publik mengenai keselamatan berkendara. Pendekatan berbasis manajemen aset jalan yang mencakup pemantauan berkala dinilai lebih efektif dibandingkan perbaikan darurat menjelang Lebaran. Keberhasilan Lampung dalam mengelola arus mudik diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi logistik dan mobilitas di seluruh Sumatera, dengan integrasi sistem dan manajemen lalu lintas yang adaptif sebagai kunci menghadapi tantangan mendatang.