Portal News Day - Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan melibatkan lebih dari 100 juta orang secara nasional, menjadikan momen ini sebagai ujian besar bagi sistem transportasi, khususnya di Lampung yang berperan sebagai gerbang utama Pulau Sumatera.
Lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran menjadi perhatian utama, terutama di Lampung yang merupakan pintu masuk kendaraan dari Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni. Dosen Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung, Aditya Mahatidanar Hidayat, Ph.D., menyebutkan bahwa puluhan ribu kendaraan keluar dari pelabuhan setiap hari dan langsung menuju jalan darat di Sumatera.
Pemerintah Provinsi Lampung, di bawah Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, menargetkan jalan provinsi dalam kondisi mantap dan bebas lubang sebelum puncak arus mudik. Saat ini, tingkat kemantapan jalan berada pada kisaran 79-80 persen, dengan fokus pada penambalan lubang dan perbaikan permukaan jalan. Aditya menekankan bahwa meski kondisi jalan baik, permasalahan utama adalah konsentrasi kendaraan yang dapat menyebabkan kemacetan di titik-titik tertentu, terutama dari pelabuhan menuju jalur utama.
Dinas Perhubungan Provinsi Lampung akan menerapkan sistem pengaturan arus dan zona penyangga untuk mencegah penumpukan kendaraan di area pelabuhan. Penguatan transportasi massal juga menjadi perhatian, dengan harapan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang masih mendominasi lebih dari 60 persen pemudik.
Aditya menekankan pentingnya penyediaan fasilitas istirahat yang memadai dan edukasi publik terkait keselamatan berkendara. Ia menilai bahwa perbaikan infrastruktur tidak seharusnya bersifat musiman. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi diharapkan mampu memberikan kinerja optimal saat beban puncak mudik dan seterusnya. Keberhasilan Lampung dalam mengelola arus mudik akan berdampak pada kenyamanan masyarakat dan kelancaran distribusi logistik di seluruh Sumatera.