MPM Muhammadiyah Salurkan Kado Ramadan untuk Pemberdayaan Difabel dan Petani
Sumber Foto: IBTimes.ID
Sosial

MPM Muhammadiyah Salurkan Kado Ramadan untuk Pemberdayaan Difabel dan Petani

Ekonomi

Lihat Lainnya

Presiden Prabowo: ASEAN Perlu Perkuat Perlindungan Warga dan Jaga Perdamaian Kawasan

08/05/2026

Guru Non-ASN Tetap Mengajar, Pemerintah Siapkan Jalur ASN Bertahap

08/05/2026

Mungkinkah AS Iran Capai Kesepakatan Penuh?

07/05/2026

Popcorn Brain dan Budaya Instan

07/05/2026

Redaksi

IBTimes.ID – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyalurkan program “Kado Ramadan” kepada berbagai kelompok masyarakat dampingan. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian sekaligus mendorong pemberdayaan umat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahad (8/3). Agenda ini diikuti lebih dari 600 peserta yang terdiri dari kelompok dampingan serta keluarga penerima manfaat.

Program ini menyasar berbagai komunitas masyarakat, mulai dari kelompok difabel hingga komunitas petani. Sebanyak sebelas kelompok dampingan menerima bantuan, di antaranya Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), KSP Bank Difabel Ngaglik, JATAM Bejen (TelorMoe), Gerkatin, kelompok petani dan UMKM gula semut Kokap, UMKM Ngoro-oro Gunungkidul, pengolahan sampah Mardiko, komunitas asongan, hingga kelompok becak Pabelan.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga melalui berbagai program pendampingan.

“Beberapa dampingan-dampingan Muhammadiyah melalui MPM sudah mulai bertransformasi menjadi kelompok-kelompok yang mandiri, salah satunya adalah dibuktikan dengan kesadarannya untuk berbagi pada saudara-saudaranya yang lain dengan memberikan zakat dan sedekah yang disalurkan melalui LAZISMU PP,” kata Yamin.

Spirit Al-Ma’un dalam Gerakan Pemberdayaan

Yamin menegaskan bahwa gerakan pemberdayaan yang dilakukan MPM Muhammadiyah memiliki akar historis dalam spirit Al-Ma’un. Spirit tersebut merupakan warisan pemikiran Kiai Ahmad Dahlan yang menjadi landasan gerakan sosial Muhammadiyah.

Baca Juga: Jonathan Benthall: Barat Perlu Mengenal Muhammadiyah dan Aisyiyah

Nilai tersebut mendorong gerakan sosial yang tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga mengangkat kemampuan mereka untuk mandiri.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat menjadi sarana untuk membangun daya angkat dan daya ungkit bagi kelompok rentan agar mampu meningkatkan kualitas hidupnya.

MPM Muhammadiyah juga menjalankan berbagai program pemberdayaan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu contohnya adalah penyediaan akses air bersih di Nusa Tenggara Timur serta pendampingan masyarakat Suku Warmon Kokoda di Sorong, Papua Barat.

“Sekarang mereka sudah menjadi kampung yang modern yang diakui oleh pemerintah desa sehingga mereka sekarang lebih bisa mandiri dan bertransformasi dari sebelumnya nomaden menjadi kampung yang berkemajuan,” kata Yamin.

Langkah pemberdayaan ini mendapat apresiasi dari Wakil Rektor UMY, Faris Al Fadhat. Ia menilai program tersebut menunjukkan peran nyata Muhammadiyah dalam mendampingi masyarakat dhuafa dan kelompok mustadh’afin.

“Di tengah terpaan isu ekonomi yang tak menentu dan mengancam masyarakat (lapisan bawah), gerakan Muhammadiyah melalui MPM ini jadi aksi nyata Muhammadiyah memberdayakan umat,” ujarnya.

Kegiatan Kado Ramadan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Lazismu Pusat, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Madrasah Mu’allimin, PT Danone Indonesia, ICMI DIY, ISEI DIY, Maybank Syariah, serta Zurich Syariah.

Melalui kolaborasi tersebut, MPM Muhammadiyah berharap program pemberdayaan masyarakat dapat terus berkembang dan memberi dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan umat.

Baca Juga: Memajukan Kesejahteraan Bangsa Perspektif Ekonomi Islam

(NS)

Tags

MPM Muhammadiyah

muhammadiyah

Pemberdayaan

Bagikan

Artikel Sebelumnya

PC IMM AR Fakhruddin Yogyakarta Dilantik, Usung Kepemimpinan Transformatif

Artikel Selanjutnya

Cendekiawan Muslim Dunia Syed Muhammad Naquib Al-Attas Wafat di Usia 94 Tahun

Peristiwa

Kini, QRIS Bisa Dipakai Transaksi di China

30/04/2026

Muhammadiyah Dorong Pemberdayaan Difabel Lewat Ekonomi dan Kesehatan Mental

28/03/2026

Penguasaan Ilmu Jadi Kunci Daya Saing dan Kesejahteraan Bangsa

23/02/2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Komentar:

Nama:

Email:

Website:

Simpan nama, email, dan situs web saya di browser ini untuk lain kali saya berkomentar.