Menkeu Purbaya: APBN 2026 Siap Redam Defisit Rp54,6 Triliun
oleh
Stabilitas.id — Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Januari 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp54,6 triliun. Angka tersebut setara dengan 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa posisi defisit di awal tahun ini masih berada dalam kondisi stabil dan terkendali. Menurutnya, APBN tetap berfungsi optimal sebagai shock absorber untuk meredam gejolak sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
“Angka ini masih sangat terkendali dan masih dalam koridor desain APBN 2026. Kami optimis APBN akan tetap mendukung momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Senin (23/2/2026).
BERITA TERKAIT
Kawal Kepastian Usaha, AFTECH Dukung Langkah Hukum AdaKami hingga Amartha
Berantas Rokok Ilegal, Pemerintah Tambah Lapisan Tarif CHT untuk Tarik Pelaku Usaha ke Sistem Legal
Strategi Fiskal 2026: Kemenkeu Fokus pada Perluasan Basis Pajak Adil dan Integritas SDM
Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak
Pendapatan Negara Tumbuh 9,5%
Dari sisi penerimaan, pemerintah membukukan pendapatan negara sebesar Rp172,7 triliun. Realisasi ini menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan 9,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year /YoY).
Penerimaan perpajakan menjadi kontributor utama dengan raihan Rp138,9 triliun. Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp33,9 triliun, yang menunjukkan aktivitas ekonomi di sektor non-pajak tetap produktif.
Akselerasi Belanja dan Keseimbangan Primer
Di sisi pengeluaran, realisasi belanja negara mencapai Rp227,3 triliun atau telah menyerap 5,9% dari total pagu anggaran 2026. Secara rinci, belanja pemerintah pusat menyerap Rp131,9 triliun, sedangkan dana Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp95,3 triliun.
Sejalan dengan tingginya realisasi belanja di awal tahun dibandingkan pendapatan, keseimbangan primer pada Januari 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp4,2 triliun.
Purbaya menambahkan bahwa pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal agar defisit tetap berada dalam batas aman sepanjang tahun, sembari memastikan belanja negara tepat sasaran untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan stabilitas makroekonomi. ***
Tags: #kemenkeu APBN Januari 2026 APBN Kita Belanja Negara defisit apbn Keseimbangan Primer Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa PDB Indonesia Pendapatan Negara Penerimaan Perpajakan
Sebelumnya
Realisasi Pembiayaan APBN Januari Capai Rp105 Triliun, Fokus Perkuat Cadangan Pangan
Selanjutnya
Resmi! Albertus Wiroyo Jadi Nakhoda Baru AAJI hingga 2028
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar *
Nama *
Email *
Situs Web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.
BACA JUGA
Magnet Baru Asia: Indonesia Masuk Lima Besar Negara Tujuan Investasi Global
oleh Sandy Romualdus
16 April 2026 - 16:11
Di tengah ketidakpastian geopolitik dan pergeseran rantai pasok global, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi dunia. Laporan terbaru Opportunity Index...
Laba MIND ID Lampaui Target 13 Persen, Pendapatan Tembus Rp159 Triliun
oleh Stella Gracia
16 April 2026 - 10:09
Stabilitas.id – Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) industri pertambangan, PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, mencatatkan laba...
Bidik Ekonomi Digital Rp1.656 Triliun, Kemnaker dan TikTok Luncurkan Program ‘BISA’
oleh Stella Gracia
16 April 2026 - 09:55
Stabilitas.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan TikTok Indonesia untuk mempercepat pengembangan talenta ekonomi digital nasional. Melalui...
‘Pohon Cair’ di Jatiasih: Cara Semen Merah Putih ‘Menambang’ Karbon
oleh Sandy Romualdus
16 April 2026 - 09:49
Stabilitas.id pabrik Beton Merah Putih di Jatiasih, Bekasi, sebuah instalasi futuristik berdiri tegak di antara deru truk molen dan debu...
Mandiri Institute: Kelompok Menengah Jadi Penggerak Konsumsi, Belanja Ramadan-Lebaran 2026 Meningkat
oleh Sandy Romualdus
16 April 2026 - 09:18
Stabilitas.id - Aktivitas konsumsi masyarakat tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global, tercermin dari peningkatan belanja selama periode Ramadan hingga...
ULN Indonesia Februari 2026 Tembus US$437,9 Miliar, Rasio PDB Tetap Stabil
oleh Stella Gracia
15 April 2026 - 23:56
Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar US$437,9 miliar. Angka...




