Mendiktisaintek Tinjau Inovasi Pengelolaan Sampah di Kampus
15:15 WIB
Dengarkan dgn suara Siap
21.2K pembaca
BANDUNG (kabarpublik.id) – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meninjau langsung fasilitas pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dikembangkan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (7/2/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong peran strategis perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sampah nasional melalui inovasi teknologi yang aman, efisien, dan dapat direplikasi di berbagai daerah.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Brian berdialog dengan tim teknis masing-masing kampus terkait teknologi pengolahan, aspek operasional, biaya, hingga standar lingkungan. Ia menekankan pentingnya pengujian terbuka agar teknologi pengolahan sampah berbasis termal dan plasma memenuhi ketentuan keselamatan lingkungan.
“Yang kita dorong justru bagaimana teknologinya bisa memenuhi standar lingkungan dan bisa diuji secara terbuka,” tegas Brian.
Baca Berita Lainnya
HARDI SIDIKI AKAN PERJUANGKAN ASPIRASI HASIL RESES
BPK RI Perwakilan Provinsi Gorontalo Gelar Entry Meeting dengan Pemda Boalemo
Bupati Eka Putra Buka Acara Musda GOW Tanah Datar
Mendiktisaintek menilai kampus memiliki posisi penting sebagai pusat riset, pengujian, dan pengembangan teknologi, termasuk memastikan pengelolaan emisi, efisiensi energi, serta keamanan lingkungan.
Rektor Unisba Harits Nu’man menjelaskan, teknologi yang dikembangkan kampusnya mengedepankan keselamatan lingkungan dengan memanfaatkan plasma untuk memecah gas berbahaya hasil proses termal.
“Plasma ini bukan untuk membakar sampah, tetapi memecah gas berbahaya agar emisinya aman. Sistem ini sudah melalui beberapa kali pengujian,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyampaikan bahwa sistem pengelolaan sampah yang dikembangkan ITB akan beroperasi penuh setelah melalui uji coba dan sertifikasi dalam waktu dekat. Teknologi tersebut diarahkan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar kampus.
“Kami mengembangkan sistem pengelolaan sampah dengan penyederhanaan pemilahan menjadi sampah organik, sampah yang bisa didaur ulang, dan sampah residu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menteri Brian mendorong kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah daerah agar teknologi pengolahan sampah berbasis kampus dapat diterapkan sesuai kebutuhan wilayah. Pendekatan ini dinilai mampu menekan biaya jangka panjang, mengurangi beban logistik pengangkutan sampah, serta membuka ruang inovasi teknologi dalam negeri.
Sejalan dengan kunjungan lapangan tersebut, Mendiktisaintek sebelumnya juga menegaskan peran kampus dalam percepatan penanganan sampah nasional pada Rapat Koordinasi lintas kementerian di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
“Sejak tahun lalu kami mengembangkan gerakan Pengelolaan Sampah di Kampus. Sejumlah perguruan tinggi sudah mampu mengolah sampahnya secara mandiri dengan kapasitas sekitar 10–15 ton per hari,” kata Brian.
Melalui konsolidasi inovasi ini, Kemdiktisaintek menargetkan teknologi pengolahan sampah hasil riset kampus dapat dihilirisasi, distandarisasi, dan dimanfaatkan secara luas oleh pemerintah daerah sesuai kapasitas dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Ditag inovasi kampus ITB Mendiktisaintek pendidikan tinggi Pengelolaan Sampah riset teknologi sampah nasional teknologi lingkungan teknologi sampah Unisba
Posting Terkait
Aturan Baru Tugas Belajar PNS 2026 Resmi Terbit, Batas Usia Dosen Kini 57 Tahun!
Presiden Luncurkan Gerakan Indonesia Asri, Kemenag Perkuat Ekoteologi dan Aksi Lingkungan
Orasi Prof Tholabi Singgung Tantangan Pendidikan Tinggi Saat Ini
APBD DKI Jakarta 2026 Resmi Ditetapkan Rp81,32 Triliun, Fokus Sampah, Banjir, dan Transportasi
IKA FE Unkris Lantik Pengurus 2025–2029, Perkuat Kolaborasi Alumni Lintas Generasi
oleh Eky
Ikuti Kami Pada
Navigasi pos
Pos sebelumnya Hari Lahan Basah 2026, Menhut Dorong Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat
Pos berikutnya Pesona Lembut Tari Bedayo Abung Siwo Migo Bius Pengunjung Pentas Budaya
Jangan Lewatkan
Amerika Kewalahan Lawan “Tentara” Tinja
Dana BPJS Ketenagakerjaan Hampir Rp900 Triliun, Muhaimin Tekankan Tata Kelola Optimal
Jelang Idul Fitri, KPK Tegaskan ASN dan Pejabat Dilarang Terima Gratifikasi THR
MA Putuskan Keabsahan Kolegium Kesehatan Indonesia 2024–2028, Kemenkes Sambut Positif
Program Pertanian Rp9,9 Triliun Dibuka untuk Kader GP Ansor




