Maskapai Asia-Pasifik Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah Akibat Ketegangan
PARIS – Gangguan terbesar terhadap transportasi udara global sejak pandemi Covid-19 berlanjut pada Minggu (1/3), dengan ribuan penerbangan terpengaruh dan pusat-pusat penerbangan sibuk di Timur Tengah termasuk Dubai dan Doha ditutup karena serangan AS-Israel ke Iran.
Sejak terjadinya serangan pada Sabtu (28/2), Iran, Irak, Israel, Suriah, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab semuanya mengumumkan penutupan sebagian wilayah udara mereka yang menyebabkan lalu lintas udara sipil di atas Timur Tengah terhenti secara tiba-tiba.
“Iran dengan cepat menutup wilayah udaranya saat serangan dimulai sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim.
Maskapai penerbangan ternama yang membatalkan layanannya antara lain Emirates, Etihad, Air France, British Airways, Turkish Airlines, dan Lufthansa.
Sementara dari kawasan Asia-Pasifik, dua maskapai penerbangan swasta terbesar di India, IndiGo dan Air India, menangguhkan penerbangan ke semua destinasi di Timur Tengah.
Pakistan International Airlines, maskapai penerbangan nasional negara yang berbatasan dengan Iran, mengatakan telah menangguhkan penerbangan ke Uni Emirat Arab, Bahrain, Doha, dan Kuwait.
Maskapai penerbangan Cathay Pacific Hong Kong menangguhkan penerbangan ke Dubai dan Riyadh.
Garuda Indonesia juga untuk sementara menangguhkan penerbangan ke dan dari Doha sampai pemberitahuan lebih lanjut, kata perusahaan itu pada Minggu. Singapore Airlines dan Scoot Singapore membatalkan enam rute penerbangan di wilayah tersebut hingga akhir Minggu, menurut laporan media lokal. Demikian pula dengan penerbangan Philippine Airlines telah dibatalkan sejak Sabtu.
Situs pelacakan penerbangan FlightAware mengatakan bahwa lebih dari 6.700 penerbangan mengalami penundaan dan 1.900 pembatalan secara global hingga pukul 10.00 GMT hari Minggu, di samping ribuan penerbangan yang dibatalkan sehari sebelumnya.




