Portal News Day - Pemimpin sayap kanan Prancis, Marine Le Pen, mengumumkan pencalonannya sebagai presiden untuk keempat kalinya pada Rabu (8/7), setelah sebelumnya dinyatakan bersalah karena penggelapan dana. Meskipun menghadapi kritik, Le Pen tetap optimis menjalani kampanye di Kota La Fleche, yang dikuasai partainya, National Rally (RN).
Marine Le Pen dinyatakan bersalah dalam banding atas skandal lowongan kerja palsu di Parlemen Eropa pada Selasa (7/7). Meskipun demikian, ia masih diperbolehkan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden mendatang. Le Pen berencana untuk membawa kasusnya ke Mahkamah Kasasi, yang memungkinkannya untuk tidak menggunakan gelang elektronik selama kampanye.
Dalam pernyataannya, Le Pen menegaskan bahwa pengadilan telah mengembalikan kelayakannya untuk mencalonkan diri dan menyatakan ketidakbersalahannya. Ia mengarahkan fokus kampanyenya pada kebijakan yang diyakini dapat menarik dukungan pemilih, meskipun ia juga menghadapi cemoohan dari aktivis sayap kiri yang menyoroti vonis hukumnya. Di sampingnya, Jordan Bardella, ajudan yang disebut-sebut sebagai calon perdana menteri jika Le Pen menang, juga hadir dalam kampanye ini.
Le Pen menghadapi tantangan dari kritik terhadap pencalonannya namun mengekspresikan keyakinan bahwa lawan politiknya tidak memiliki argumen yang kuat. Dengan dukungan dari para pendukung dan strategi yang terencana, Le Pen berharap dapat memanfaatkan peluang ini untuk merebut kekuasaan dalam pemilihan mendatang.