Laba Maskapai Asia Pasifik Capai USD12,1 Miliar, Didukung Permintaan Penumpang dan Kargo
Internasional

Laba Maskapai Asia Pasifik Capai USD12,1 Miliar, Didukung Permintaan Penumpang dan Kargo

Portal News Day - Maskapai penerbangan di kawasan Asia Pasifik mencatat laba bersih gabungan sebesar USD12,1 miliar pada tahun 2025, didorong oleh permintaan yang kuat di segmen penumpang dan kargo serta penurunan harga bahan bakar yang mengurangi tekanan biaya operasional.

Awal Kejadian

Data awal yang dirilis oleh Association of Asia Pacific Airlines (AAPA) menunjukkan bahwa pendapatan operasional gabungan maskapai di kawasan ini mencapai USD223,7 miliar, meningkat 4,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD214,5 miliar.

Perkembangan

Pendapatan dari bisnis penumpang naik 4,7 persen menjadi USD178,4 miliar, seiring dengan pertumbuhan lalu lintas penumpang meskipun yield penumpang mengalami penurunan sebesar 2,8 persen menjadi 7,8 sen dolar AS per Revenue Passenger Kilometre (RPK). Sementara itu, pendapatan dari bisnis kargo meningkat 1,4 persen menjadi USD23,6 miliar, meski tarif angkutan barang melemah dengan yield kargo turun 2 persen menjadi 32,1 sen dolar AS per Freight Tonne Kilometre (FTK). Permintaan perjalanan udara, yang diukur melalui RPK, tumbuh 7,7 persen, didorong oleh tingginya minat penerbangan jarak jauh dan rute intra-kawasan. Di sisi kargo, permintaan yang diukur dengan FTK meningkat 3,5 persen, didukung oleh percepatan pengiriman barang menjelang kenaikan tarif perdagangan.

Kondisi Terakhir

Total beban operasional maskapai meningkat 4,3 persen menjadi USD209,4 miliar, dengan biaya nonbahan bakar melonjak 7,8 persen menjadi USD151,1 miliar akibat gangguan rantai pasok dan inflasi. Di sisi lain, pengeluaran untuk bahan bakar turun 3,7 persen menjadi USD58,3 miliar, sejalan dengan penurunan harga avtur dunia. Direktur Jenderal AAPA, Wong Hong, menyatakan bahwa meskipun ada tantangan industri yang berlanjut, termasuk konflik di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik, prospek industri penerbangan Asia Pasifik masih positif, dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi kawasan sebesar 4,4 persen pada tahun ini.

You can share this post!