Portal News Day - RRI.CO.ID, Atambua - Pemenuhan gizi anak difabel sangat bergantung pada kemampuan dasar mereka dalam mengunyah dan menelan makanan secara aman, tepat, dan bertahap.
Menurut dr. Sieeny, Sp.A, dokter spesialis anak pada Rumah Sakit Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, kebutuhan nutrisi anak difabel tidak bisa disamaratakan.
“Anak difabel itu anak dengan kemampuan berbeda, bisa ada keterbatasan fisik, intelektual, mental, atau sensorik dalam jangka panjang,” tuturnya kepada rri.co.id, Sabtu 27 Maret 2026.
Ia menegaskan, prinsip utama pemenuhan gizi tetap sama, yakni mencukupi kalori, protein, vitamin, dan mineral untuk menunjang pertumbuhan tubuh anak secara optimal.
Namun, kata dia, tantangan terbesar sering muncul pada kemampuan makan anak, terutama ketika anak tidak mampu menelan makanan atau cairan dengan baik.
“Kalau dia tidak bisa menelan dengan baik, biasanya kita pasang selang dari hidung masuk ke lambung supaya kebutuhan makanannya tetap terpenuhi,” ujarnya.
Untuk anak yang masih mampu makan lewat mulut, pemberian makanan harus disesuaikan dengan tekstur, mulai dari cair, bubur, makanan lunak, hingga padat.
“Protein itu sangat penting, seperti ikan, telur, daging, dan susu, karena itu bahan utama pertumbuhan tulang, otot, dan perkembangan anak,” kata dr. Sieeny.