KUA Ngaglik Laksanakan Penyuluhan Agama untuk Siswa Difabel
Kemenag Sleman News – (KUA Ngaglik) Semangat Asta Protas: Bergerak Bersama, Kemenag Berdampak terus menggelora di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Kali ini, komitmen tersebut diwujudkan secara konkret oleh KUA Ngaglik melalui sinergi strategis bersama SLB Autis Dian Amanah dalam penyuluhan agama Islam bagi peserta didik difabel, Kamis (12/2/2026)
Mengusung semangat pelayanan keagamaan yang inklusif, KUA Ngaglik menerjunkan penyuluh agama Islam, Wahyu Nurul Ilmiyati, untuk memberikan materi praktik tata cara wudhu kepada 27 siswa penyandang autisme. Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, didampingi para guru dan tenaga pendidik SLB.
Materi disampaikan dengan metode sederhana, komunikatif, serta menyesuaikan karakteristik peserta didik. Pendekatan visual dan praktik langsung menjadi kunci agar siswa lebih mudah memahami dan mempraktikkan tata cara bersuci dengan benar.
Langkah proaktif ini menjadi wujud nyata implementasi Kemenag Berdampak, sekaligus selaras dengan nilai Asta Protas dalam penguatan layanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Lebih dari itu, kegiatan ini juga relevan dengan semangat Asta Cita Presiden dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak, dan inklusif.
Kepala SLB Autis Dian Amanah, Umu Afifah Isriyati, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin baik selama ini.
“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan rutin dari KUA Ngaglik. Penyuluhan agama seperti ini sangat berarti bagi anak-anak kami, dan kami berharap kerja sama ini terus berlanjut serta semakin ditingkatkan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala KUA Ngaglik, H. Handoyo menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh generasi berkebutuhan khusus.
“Perhatian terhadap generasi berkebutuhan khusus dalam pemahaman agama adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Bekal ilmu agama akan membantu mereka mengamalkan kewajiban sebagai Muslim dengan lebih baik,” tuturnya.
Sinergi ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi representasi nyata bahwa kehadiran Kementerian Agama harus dirasakan seluruh elemen masyarakat, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Melalui langkah-langkah konkret dan berkelanjutan, KUA Ngaglik membuktikan bahwa Kemenag Berdampak bukan hanya slogan, melainkan gerakan pelayanan yang hidup, menyentuh, dan menguatkan. (isa)




