Kroasia Jadi Gerbang Uni Eropa, Eksportir Sawit Indonesia Hadapi Berbagai Persyaratan
Gerbang Berita

Kroasia Jadi Gerbang Uni Eropa, Eksportir Sawit Indonesia Hadapi Berbagai Persyaratan

Portal News Day - Pasar Kroasia kini berperan sebagai pintu masuk strategis bagi produk minyak kelapa sawit Indonesia menuju Uni Eropa. Namun, eksportir harus memenuhi serangkaian persyaratan mutu dan keamanan pangan yang ketat.

Awal Kejadian

Kementerian Perdagangan menginformasikan bahwa otoritas Kroasia menerapkan standar keamanan pangan Uni Eropa yang sangat ketat terhadap minyak nabati, termasuk minyak kelapa sawit mentah (CPO). Fokus utama regulasi ini adalah membatasi kandungan kontaminan kimia berbahaya bagi kesehatan konsumen.

Perkembangan

Beberapa parameter penting yang harus dipatuhi meliputi kandungan Benzo(a)pyrene yang dibatasi maksimal 2,0 mikrogram per kilogram (µg/kg) dan total Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH) tidak boleh melebihi 10 µg/kg. Selain itu, kandungan asam erukat maksimal hanya 5% dari total asam lemak, sementara batas residu logam berat timbal ditetapkan pada 0,1 mg/kg. Penggunaan zat warna ilegal dan residu pelarut ekstraksi juga diawasi secara ketat. Regulasi ini merupakan bagian dari General Food Law Uni Eropa yang menekankan pentingnya sistem ketertelusuran dalam rantai pasok produk pangan.

Kondisi Terakhir

Eksportir Indonesia diharuskan untuk meningkatkan standar produksi dengan menerapkan sistem manajemen keamanan pangan yang ketat, termasuk Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Selain itu, sertifikasi internasional seperti British Retail Consortium (BRC), International Featured Standards (IFS), dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) juga diperlukan untuk menjalin kontrak jangka panjang dengan perusahaan multinasional. Dengan demikian, menembus pasar Kroasia memerlukan perhatian pada kualitas produk, keamanan pangan, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

You can share this post!