Konektivitas Transportasi untuk Wisatawan Difabel di Yogyakarta Perlu Ditingkatkan
Sumber Foto: Teras.id
Sosial

Konektivitas Transportasi untuk Wisatawan Difabel di Yogyakarta Perlu Ditingkatkan

Ambisi Yogyakarta membangun destinasi wisata inklusif terbentur realita pahit. Buruknya konektivitas antarmoda serta fasilitas yang "asal ada" membuat banyak wisatawan difabel memilih menyerah sebelum sampai ke objek wisata.

Ringkasan berita

Konektivitas antarmoda transportasi di DIY belum mengakomodasi kebutuhan difabel secara merata.

Masih banyak hambatan bagi wisatawan difabel luar DIY di beberapa titik transportasi.

Minimnya aksesibilitas bagi difabel di lokasi wisata masih menjadi sorotan para pegiat.

A DA BEBERAPA moda transportasi utama yang bisa digunakan wisatawan difabel dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengakses ragam destinasi wisata di kota Gudeg, yakni via Bandara YIA, beberapa terminal Giwangan, Jombor, dan Condong Catur, serta stasiun Tugu dan Lempuyangan. Namun, beberapa pegiat difabel Jogja menilai konektivitas antarmoda transportasi tersebut dinilai masih perlu banyak perbaikan.

Ninik, aktivis perempuan difabel, membayangkan betapa sulitnya jika seorang wisatawan difabel dari luar kota yang hendak mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Yogya. Mereka harus menghadapi berbagai hambatan, mulai dari titik berangkat difabel ketika mengakses ragam transportasi luar menuju provinsi ini.